SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakterisasi Interferensi Berpikir Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Permutasi dan Kombinasi

Sukoriyanto Sukoriyanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Sukoriyanto, 2017.  Karakterisasi Interferensi Berpikir Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Permutasi dan Kombinasi. Disertasi, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang: Pembimbing (I) Prof. Dr. Toto Nusantara, M. Si, (II) Dr. Subanji, M.Si, (III) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D.

 

Kata Kunci: interferensi, berpikir permutasi dan kombinasi

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik interferensi berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi. Pendekatan yang digunakan  adalah pendekatan kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Matematika semester 3 yang menempuh matakuliah Matematika Diskrit. Pada penelitian ini mahasiswa diminta menyampaikan dengan keras apa yang sedang dipikirkan (think out louds) sambil menuliskan jawaban ketika menyelesaikan dua masalah yaitu satu masalah tentang kombinasi dan satu masalah tentang permutasi. Berdasarkan jawaban mahasiswa, peneliti mengelompokkan bagaimana prosesnya dalam menyelesaikan masalah. Jika jawaban nomor 1 atau nomor 2 mengalami interferensi maka mahasiswa tersebut dipertimbangkan menjadi subjek penelitian. Mahasiswa yang terpilih menjadi subjek penelitian dikelompokkan menjadi empat karakteristik interferensi berpikir, yaitu 1) interferensi global pseudo salah, 2) interferensi global sungguh, 3) interferensi lokal pseudo salah dan 4) interferensi lokal sungguh. Jika untuk setiap karakteristik interferensi sudah dipenuhi maka dilanjutkan dengan pengumpulan data dan analisis data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan teori pemrosesan informasi, subjek kelompok 1 dan subjek kelompok 2 dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi mengalami gangguan aktivitas mental ketika menyelesaikan masalah permutasi karena adanya hambatan penarikan informasi yang disebabkan informasi yang ditarik terhalang oleh informasi yang terkait kombinasi atau sebaliknya, yaitu mengalami gangguan aktivitas mental ketika menyelesaikan masalah kombinasi karena adanya hambatan penarikan informasi yang disebabkan informasi yang ditarik terhalang oleh informasi yang terkait permutasi. Pada penelitian ini interferensi yang dialami oleh subjek kelompok 1 dan subjek kelompok 2 disebut dengan interferensi global. Subjek kelompok 3 dan subjek kelompok 4 mengalami gangguan aktivitas mental ketika menyelesaikan masalah permutasi karena adanya hambatan penarikan informasi yang disebabkan informasi yang ditarik tercampur dengan informasi yang terkait kombinasi atau sebaliknya, yaitu mengalami gangguan aktivitas mental ketika menyelesaikan masalah kombinasi karena adanya hambatan penarikan informasi yang disebabkan informasi yang ditarik tercampur dengan informasi yang terkait permutasi. Pada proses penyelesaiannya mahasiswa menggunakan sebagian langkah permutasi dalam menyelesaikan masalah kombinasi atau sebaliknya yaitu menggunakan sebagian langkah kombinasi dalam menyelesaikan masalah permutasi.Pada penelitian ini interferensi yang dialami oleh subjek kelompok 3 dan subjek kelompok 4 disebut dengan interferensi lokal.

Untuk mengeksplorasi proses terjadinya interferensi berdasarkan konstruksi konsep atau pemecahan masalah dilakukan analisis dengan menggunakan kerangka kerja asimilasi dan akomodasi. Subjek kelompok 1 yaitu S1 dan S2 dalam menyelesaikan masalah permutasi mengalami interferensi global pseudo salah yaitu S1 dan S2 sudah memiliki skema yang berkaitan dengan dua masalah permutasi dan kombinasi, namun skema masalah permutasi yang dihadapi diasimilasi dengan menggunakan skema kombinasi. Setelah melakukan refleksi, timbul kesadaran untuk membenahi, skema masalah permutasi yang dihadapi diasimilasi dan diakomodasi dengan menggunakan skema permutasi, sehingga dapat mengubah jawaban menjadi benar.

Subjek kelompok 2 yaitu S3 dan S4 dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi mengalami interferensi global sungguh yaitu S3 dan S4 sudah memiliki skema yang berkaitan dengan dua masalah permutasi dan kombinasi. Namun skema masalah permutasi yang dihadapi diasimilasi dengan menggunakan skema kombinasi atau sebaliknya skema masalah kombinasi yang dihadapi diasimilasi dangan menggunakan skema permutasi. Setelah melakukan refleksi, timbul kesadaran untuk membenahi, namun skema masalah permutasi yang dihadapi masih diasimilasi dengan menggunakan skema kombinasi atau sebaliknya skema masalah kombinasi yang dihadapi masih diasimilasi dengan menggunakan skema permutasi, sehingga tidak dapat mengubah jawaban menjadi benar (sesuai dengan struktur masalah).

Subjek kelompok 3 yaitu S5 dan S6 dalam menyelesaikan masalah kombinasi mengalami interferensi lokal pseudo salah yaitu S5 dan S6 sudah memiliki skema yang berkaitan dengan dua masalah permutasi dan kombinasi. Namun skema masalah kombinasi yang dihadapi diasimilasi dengan menggunakan sebagian skema permutasi. Setelah melakukan refleksi, timbul kesadaran untuk membenahi, skema masalah permutasi yang dihadapi diakomodasi dengan menggunakan skema permutasi, sehingga dapat mengubah jawaban menjadi benar (sesuai dengan struktur masalah).

 

Subjek kelompok 4 yaitu S7 dan S8 dalam menyelesaikan masalah kombinasi mengalami interferensi lokal sungguh yaitu S7 dan S8 sudah memiliki skema yang berkaitan dengan dua masalah permutasi dan kombinasi. Namun skema masalah kombinasi yang dihadapi diasimilasi dengan menggunakan sebagian skema permutasi. Setelah melakukan refleksi, timbul kesadaran untuk membenahi, skema masalah kombinasi yang dihadapi sudah diakomodasi dengan menggunakan skema kombinasi namun tidak dapat mengubah jawaban menjadi benar (sesuai dengan struktur masalah).