SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL KEARSIPAN BERBASIS METODE DEMONSTRASI PADA KOMPETENSI DASAR MENJELASKAN DAN MEMPRAKTIKKAN PENGURUSAN SURATUNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR (Studi Pada Peserta Didik Kelas X Program Keahlian APK SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen)

Akhmad Jaelani

Abstrak


ABSTRAK

 

Jaelani, Akhmad. 2017. Pengembangan Modul Kearsipan Berbasis Demonstrasi Pada Kompetensi Dasar Pengurusan Surat Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar (Studi Pada Peserta Didik Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen), Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing H. Imam Bukhori, S.Pd., M.M., M.Pd.

 

Kata Kunci:modul, kearsipan, pembelajaran metode demonstrasi, kemandirian belajar

Modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis, didalamnya memuat seperangkat pegalamanbelajar yang terencana dan didesain untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik. Penerapan modul perlu dilakukan untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran dan Standar Kompetensi yang telah ditetapkan, modul juga berfungsi sebagai buku pegangan belajar peserta didik yang bersifat mandiri, sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri dengan kemampuan yang mereka miliki.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan, yaitu (1) untuk menghasilkan bahan ajar yang berupa modul, (2) untuk mengetahui kelayakan modul, (3) untuk mengetahui kemandirian belajar peserta didik yang menggunakan modul, dan (4)untuk mengetahui respon atau tanggapan guru mata pelajaran Kearsipan dan peserta didik sebagai pengguna modul terhadap modul yang dikembangkan oleh peneliti.

Model pembelajaran berbasis demonstrasi ialah proses pembelajaran dengan menggunakan alat atau barang bantuan berupa benda asli/tiruan untuk diperagakan di depan peserta didik, didalam modul yang berbasis demonstrasi ini peserta didik.(1) dapat memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda, (2) memahami materi-materi dengan mudah dalam bentuk bagan atau gambar, (3) memahami contoh-contoh dalam materi sesuai dengan lingkungan sekitar atau yang relevan, (4) terdapat langkah-langkah praktik berkelompok/individu dalam materi yang telah dijelaskan sebelumnya dan (5) peserta didik mendemonstrasikan hasil praktik berkelompok di depan kelas atau di depan kelompok lain.Pengumpulan data mencakup instrumen penilaian validasi materi, instrumen penilaian validasi modul, instrumen penilaian respon peserta didik pada kelompok kecil, hasil kuesioner kemandirian belajar, lembar observasi, dan wawancara.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh 4 (empat) simpulan hasil penelitian sebagai berikut. (1) dari validasi ahli materi hasil diperoleh nilai 91% dan dinyatakanmodul pembelajaran yang telah disusun sangat valid,(2) dari ahli modul diperoleh nilai 90% dan dinyatakan modul pembelajaran yang telah disusun sangat valid, (3) dari peserta didik pada uji coba kelompok kecil diperoleh nilai 84% dan dinyatakan modul pembelajaran yang telah disusun peneliti sangat valid, dan (4) kemandirian belajar peserta didik bahwa rata-rata skor kelas pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kemandirian belajar peserta didik pada kelas kontrol dengan selisih rata-rata skor kemandirian belajar peserta didik sebesar 11,1 %. Dari hasil perhitungan ini bisa disimpulkan bahwa kelas kontrol yang tidak menggunakan modul memiliki nilai rata-rata skor kelas lebih rendah dengan kelas eksperimen yang menggunakan modul, serta modul yang telah disusun peneliti terbukti efektif meningkatkan kemandirian belajar peserta didik pada kelas eksperimen di kelas X APK 2 SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen.

 

Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap implementasi kurikulum 2013 yang lebih baik, serta harapannya bisa menjadi solusi atas kebutuhan bahan ajar bagi peserta didik kelas X APK 2 SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Program Keahlian Adminstrasi Perkantoran pada Mata Pelajaran Kearsipan.