SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN KOLABORASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER DAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN (Studi pada Siswa Kelas X Jurusan Akuntansi SMK Muhammadiy

Rica Putri Aprilyani

Abstrak


ABSTRAK

 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan, diperoleh informasi bahwa keaktifan dan hasil belajar siswa kelas X jurusan Akuntansi belum optimal. Peneliti memiliki alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan guru yaitu kolaborasi pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) dengan harapan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model NHT dan TSTS,peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa setelah penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model NHT dan TSTS, dan kendala-kendala yang terjadi dan solusi pemecahan dalam penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model NHT dan TSTS pada siswa kelas X jurusan Akuntansi.Setiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi.Hasil dari penelitian ini adalah penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model NHT dan TSTS dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan RPP. Penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model NHT dan TSTS dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa sebesar 18,72% pada siklus I dengan rata-rata persentase keberhasilan sebesar 60,59% dan pada siklus II sebesar 79,31%. Penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model NHT dan TSTS dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 7,89% pada siklus I dengan rata-rata persentase keberhasilan sebesar 69,97% dan pada siklus II sebesar 77,86%. Salah satu kendala yang terjadi dalam penerapan kolaborasi pembelajaran kooperatif model NHT dan TSTS yaitu kegaduhan yang terjadi pada saat perpindahan kelompok, sebaiknya guru lebih melakukan pengawasan agar siswa lebih tertib.