SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Perubahan Laba Bank Umum Syariah yang Listing di BEI Tahun 2013—2014

Faradhila Maharani

Abstrak


ABSTRAK

 

Maharani, Faradhila. 2016. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Perubahan Laba Bank Umum Syariah yang Listing di BEI Tahun 2013—2014. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Lulu Nurul Istanti S.E., M.M., Ak. (II) Fadia Zen, S.E., M.M.

 

Kata Kunci: CAR, FDR,BOPO, Perubahan Laba

Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatannya sesuai syariah Islam. Ketidakstabilan perekonomian tentu memiliki dampak terhadap  perolehan laba bank syariah. Untuk mengetahui kondisi bank dapat digunakan beberapa rasio keuangan, yakni Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR) serta Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO).

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh CAR, FDR dan BOPO terhadap perubahan laba pada Bank Umum Syariah yang Listing di BEI Periode 2013—2014. Sampel penelitian terdiri dari 11 Bank Umum Syariah. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan per triwulan yang didapatkan dari website Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda.

Hasil dari penelitian ini adalah: (1) CAR berpengaruh positif signifikan terhadap perubahan laba, (2) FDR berpengaruh positif signifikan terhadap perubahan laba, dan (3) BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap perubahan laba.

Saran yang dapat diberikan adalah, (1) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menggunakan metode penelitian selain analisis regresi berganda serta menambahkan variabel lain yang berkaitan. (2) bagi nasabah atau investor, diharapkan dapat menambah informasi dan lebih berhati-hati sebelum melakukan keputusan investasi. (3) bagi manajemen perbankan, diharapkan mampu menjaga kestabilan rasio keuangan sesuai dengan peraturan yang telah dikeluarkan Bank Indonesia.