SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan E-Module Otomatisasi Perkantoran dengan Software Adobe InDesign CC Berbasis Guide Inquiry Untuk Membandingkan Hasil Belajar dan Kemandirian Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMKN 1 Malang).

Asih Putri Gutami

Abstrak


ABSTRAK

Gutami, A. P. 2016. Pengembangan E-Module Otomatisasi Perkantoran dengan Software Adobe InDesign CC Berbasis Guide Inquiry Untuk Membandingkan Hasil Belajar dan Kemandirian Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMKN 1 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Gatot Isnani, M.Si, (2) Dr. Hj. Madziatul Churiyah, S.Pd., M.M.

Kata Kunci:e-module, guide inquiry, hasil belajar, kemandirian belajar

Pengembangan e-module Otomatisasi Perkantoran yang sesuai dengan Kurikulum 2013 sangat dibutuhkan karena modul yang tersedia masih mengacu pada kurikulum lama. Melalui pengembangan e-module ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajar siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran pada kompetensi dasar Mengidentifikasi Cara Dan Mengoperasikan Microsoft Excel. Pengembangan e-module ini bertujuan untuk  (1) menghasilkan modul elektronik pada mata pelajaran Otoma­tisasi Per­kantoran dengan software Adobe InDesign CC berbasis guide inquirymateri mengidentifikasi cara mengoperasikan Microsoft Excel  untuk siswa SMK kelas X Administrasi Perkantoran, (2) untuk  mengetahui kelayakan modul yang telah dikembangkan melalui hasil validasi, (3)untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang meng­gunakan e-module Otomatisasi Perkantoran berbasis guide inquiry dengan siswa yang tidak menggunakan e-module Otomatisasi Perkan­toran berbasis guide inquiry, (4)untuk mengetahui perbedaan tingkat kemandirian belajar siswa yang meng­gunakan e-module Otomatisasi Perkantoran berbasis guide inquiry dengan siswa yang tidak menggunakan e-module Otomatisasi Perkan­toran berbasis guide inquiry, dan (5)untuk mengetahui tingkat efektivitas e-module Otomatisasi Perkantoran berbasis guide inquiry.

Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan Borg & Gall dengan langkah-langkah yang telah disesuaikan dengan keadaan lapangan dan batas waktu yang diberikan sekolah, yaitu (1) peneli­ti­an dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengem­bangan draf pro­duk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk utama, (6) uji coba lapangan utama, dan (7) revisi produk akhir. Validasi modul dilakukan oleh 2 ahli materi, 2 ahli teknologi produk, dan 6 siswa. Jenis data yang terdapat dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif terdiri dari hasil wawancara, observasi serta kritik dan saran dari validator ahli dan pengguna (siswa) terhadap modul yang sudah dihasilkan. Data kuantitatif terdiri dari perhitungan skor pada lembar validasi oleh ahli materi, ahli teknologi produk, dan pengguna (siswa), perhitungan skor pada angket kemandirian belajar, hasil taraf kesukaran soal, dan daya pembeda soal, serta hasil posttest pada kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitan dan pengembangan ini adalah lembar validasi, tes tertulis, pedoman wawancara, dan angket kemandirian belajar. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengukur kelayakan modul adalah dengan validitas. Untuk menganalisis butir soal posttest yang baik digunakan taraf kesukaran dan daya pembeda soal. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol adalah menggunakan independent sample t test dengan taraf kesalahan 5%.

Hasil berupa modul yang telah tervalidasi oleh ahli materi 97,00% yang menunjukkan bahwa modul tersebut sangat valid, hasil validasi ahli teknologi produk adalah 89,33% yang menunjukkan bahwa modul tersebut sangat valid, dan hasil validasi pengguna (siswa) adalah 89,00% yang menunjukkan bahwa modul tersebut sangat valid. Setelah melaksanakan pembelajaran pada kelas eksperimen dan kontrol diperoleh rata-rata nilai posttest 85,41 untuk kelas eksperimen dengan standar deviasi sebesar 4,85 dan 72,93 untuk kelas kontrol dengan standar deviasi sebesar 7,77. Selanjutnya analisis uji t menunjukkan bahwa nilai thitung> ttabel(6,995 > 2,00856) dengan probabilitas < 0,05 (0,00 < 0,05), maka H0 ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen dan kontrol. Hasil angket kemandirian belajar yang telah tervalidasi menujukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Hasil angket menujukkan bahwa kemandirian belajar siswa kelas eksperimen masuk dalam kriteria tinggi, sedangkan kemandirian belajar siswa kelas kontrol masuk dalam kriteria rendah. Hasil efektivitas e-module menunjukkan bahwa e-module masuk pada kriteria sangat tinggi.

Kajian produk dari penelitian dan pengembangan ini adalah (1) produk yang dihasilkan berupa e-module Otomatisasi Perkantoran model guide inquiry, (2) hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan kriteria 97,00% ,validasi oleh ahli teknologi produk 89,33%, dan validasi pengguna (siswa) 89,00%, (3) berdasarkan hasil posttest, terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol, (4) berdasarkan hasil angket, terdapat perbedaan signifikan antara kemandirian belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol, dan (5) berdasarkan uji efektivitas diperoleh hasil bahwa tingkat efektivitas e-module ialah sangat tinggi. Saran pemanfaatan e-module pembelajaran siswa yaitu (1) siswa disarankan untuk membaca dan mengikuti petunjuk e-module karena saat pembelajaran guru hanya sebagai fasilitator, (2) siswa dapat menanyakan kepada guru mengenai materi yang belum dimengerti. Saran pemanfaatan e-module pembelajaran guru yaitu (1) guru disarankan menggunakan e-module Otomatisasi Perkantoran dengan software Adobe InDesign CC berbasis guide inquiry pegangan guru dalam proses pembelajaran, (2) saat proses pembelajaran guru tidak menjelaskan lagi materi namun hanya bertindak sebagai fasilitator, dan (3) sebaiknya guru dapat menguasai kelas agar mampu mengarahkan siswa mempelajari e-module Otomatisasi Perkantoran dengan software Adobe InDesign CC berbasis guide inquiry. Saran pengembangan lebih lanjut pada penelitian dan pengembangan e-module pembelajaran adalah menambahkan kompetensi dasar pada modul, tidak hanya satu kompetensi dan melakukan perbaharuan isi e-module menyesuaikan perkembangan teknologi terbaru.