SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL ADMNISTRASI HUMAS DAN KEPROTOKOLAN BERBASIS DISCOVERY LEARNING KOMPETENSI DASAR MENDESKRIPSIKAN RUANG LINGKUP PERTEMUAN/RAPAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR (Studi Pada Siswa Kelas XI APK SMKN 1 Malang)

Winda Sari Purnaningtyas

Abstrak


Sari, Winda Purnaningtyas. Pengembangan Modul Administrasi Humas dan Keprotokolan Berbasis Discovery Learning Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Ruang Lingkup Pertemuan/Rapat Untuk Meningkatkan Hasil Belajar (Studi Pada Siswa Kelas XI APK SMKN 1 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Mohammad Arief, M.Si.

 

Kata Kunci: modul, discovery learning, pembelajaran Administrasi Humas dan Keprotokolan, hasil belajar.

 

Mata pelajaran Administrasi Humas dan Keprotokolan di SMKN 1 Malang belum tersedia modul, siswa hanya menggunakan handout dan sumber referensi lainnya yang didapat dari internet, sehingga masih ada beberapa siswa yang mendapat nilai di bawah KKM. Berkaitan dengan itu maka diperlukan pengembangan modul Administrasi Humas dan Keprotokolan. Modul yang dikembangkan berbasis discovery learning (penemuan). Dalam modul terdapat enam langkah pelaksanaan discovery learning, yaitu; (1) memberi rangsangan, (2) mengidentifikasi masalah, (3) pengumpulan data, (4) pengolahan data, (5) pembuktian, (6) menarik kesimpulan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul Administrasi Humas dan Keprotokolan berbasis discovery learning kompetensi dasar mendeskripsikan ruang lingkup pertemuan/rapat untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas XI APK SMKN 1 Malang, mengetahui kelayakan modul yang dikembangkan melalui hasil validasi,  mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan modul yang dikembangkan melalui kelas pre-eksperimen.

Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan 4-D. Hasil penelitian dan mengembangan ini menunjukkan bahwa (1) kelayakan berdasarkan hasil validasi ahli modul sebesar 88% yang berarti sangat valid, (2) kelayakan berdasarkan hasil validasi ahli materi sebesar 93% yang berarti sangat valid, (3) kelayakan berdasarkan hasil validasi kelompok kecil sebesar 91% yang berarti sangat valid dan modul layak digunakan, (4) rata-rata nilai pretest menunjukkan sebelum menggunakan modul sebesar 66,34 dan rata-rata nilai posttest menunjukkan bahwa setelah menggunakan modul sebesar 89,13, selisih rata-rata nilai pretest dan posttest sebesar 22,78.