SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Administrasi Humas dan Keprotokolan Berbasis Masalah pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Ruang Lingkup Perjalanan Dinas Pimpinan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi pada Siswa Kelas XII APK di SMK Negeri 1 Pasuruan)

Sadha Fikriyatul Choiroh

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Fikriyatul, S.C. 2017. Pengembangan Modul Administrasi Humas dan Keprotokolan Berbasis Masalah Pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Ruang Lingkup Perjalanan Dinas Pimpinan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas XII APK di SMK Negeri 1 Pasuruan).Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Moh. Arief, M.Si.

 

Kata kunci: Administrasi Humas dan Keprotokolan, berbasis masalah, hasil belajar, modul pembelajaran

 

Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia kerap kali dilakukan. Pemerintah telah melakukan perubahan terhadap Kurikulum yang di kenal dengan Kurikulum 2013. Diberlakukannya Kurikulum 2013, menuntut siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam setiap pemecahan masalah yang mereka hadapi di sekolah. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan Kurikulum 2013. Salah satunya adalah kurangnya bahan ajar yang menggunakan Kurikulum 2013 dalam proses belajar mengajar sehingga bahan ajar yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini.

Tujuan penelitian danpengembangan ini adalah; (1) menghasilkan Modul Administrasi Humas dan Keprotokolan berbasis masalah pada kompetensi dasar Mendeskripsikan Ruang Lingkup Perjalanan Dinas Pimpinan untuk siswa SMK kelas XII program keahlian Administrasi Perkantoran, (2) mengetahui kelayakan modul yang telah dikembangkan melalui hasil validasi, (3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Rancangan penelitian dan pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4D oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (1974) (dalam Trianto, 2007:65)yang terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminateatau diadaptasi menjadi model  4-P.

Berdasarkan hasil validasi, nilai dari ahli modul sebesar 97,85%, ahli materi sebesar 97,39%, dan uji kelompok kecil 91,72%, diketahui bahwa modul dinyatakan valid dan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar. Modul juga dikatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditinjau dari peningkatan rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 4,42 dibandingkan peningkatan kelas kontrol sebesar 2,05.

Saran yang diberikan untuk pengembangan modul selanjutnya adalah: (1) perlu dikembangkan modul pada kompetensi dasar lainnya, (2) pengembangan modul lebih menarik dengan metode yang bervariatif.