SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengaruh pembelajaran kewirausahaan, praktek kerja industri (prakerin), lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa kelas xii smk pgri 6 malang

ajeng sekar taundri

Abstrak


ABSTRAK

Taundri, Ajeng Sekar. 2016. Pengaruh Pembelajaran Kewirausahaan, Praktek Kerja Industri dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha  (Studi Pada Siswa SMK Kelas XII SMK PGRI 6 Malang).Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. Suharto SM, M. Pd., M.M, (II) Dr. Wening Patmi Rahayu, S. Pd., M.M

Kata Kunci: pembelajaran kewirausahaan, praktek kerja industri, lingkungan keluarga, minat berwirausaha.

Minat berwirausaha adalah adanya rasa lebih suka dan tertarik dari seseorang untuk mempelajari, mengetahui cara mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (Opportunity) dan perbaikan (Preparation) hidup. Minat berwirausaha muncul karena adanya pengetahuan dan informasi mengenai kewirausahaan yang kemudian dilanjutkan untuk berpartisipasi secara langsung dalam rangka mencari pengalaman dan akhirnya timbul keinginan untuk memperhatikan pengalaman yang telah didapatkan tersebut. Serta mempunyai perasaan senang dan mempunyai keinginan untuk terlibat dalam kegiatan pengambilan resiko untuk mejalankan bisnis atau usaha sendiri dengan memanfaatkan peluang-peluang bisnis yang ada untuk menciptakan bisnis baru dengan pendekatan inovatif.

Permasalahn Dalam Penelitian Ini Dirumuskan Sebagai Berikut: (1) Bagaimana pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII di SMK PGRI 6 Malang; (2) Bagaimana pengaruh praktek kerja industri terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII di SMK PGRI 6 Malang; (3) Bagaimana pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII di SMK PGRI 6 Malang;

Penelitian ini metode yang digunakan adalah metode Deskriftif Asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMK PGRI 6 Malang yang berjumlah 139. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Samplingdengan sampel sebanyak 103 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Uji hipotesis menggunakan nilai uji t (parsial) dan nilai uji F (simultan). Untuk keperluan analisis data, penulis menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.

Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa: (1) ada hubungan yang positif dan signifikandari pembelajaran kewirausahaan secara parsial denganminat berwirausaha siswa kelas XII SMK PGRI 6 Malang dengan nilai hitung thitung>  t tabel yaitu 3,300>1,984; (2) ada hubungan yang positif dan signifikandari praktek kerja industry secara parsial denganminat berwirausaha siswa kelas XII SMK PGRI 6 Malang dengan nilai hitung thitung>  t tabel yaitu2,865>1,984; (3) ada hubungan yang positif dan signifikandari praktek kerja industry secara parsial denganminat berwirausaha siswa kelas XII SMK PGRI 6 Malang dengan nilai hitung thitung>  t tabel yaitu 2,040>1,984.

Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini, maka diajukan beberapa saran sebagai berikut: (1) bagi siswa SMK PGRI 6 Malang, disarankan untuk menerapkan ilmu yang telah diberikan di sekolah, dunia industri ataupun lingkungan keluarga dalam dirinya sehingga siswa mampu mengembangkan pengetahuan tentang kewirausahaan, merangsang ide dan gagasan, terasahnya profesionalitasnya dan siswa siap menghadapi situasi yang sulit di dunia wirausaha.(2) bagi guru SMK PGRI 6 Malang sebagai pendidik, agar menambah materi tentang pembelajaran kewirausahaan yang diberikan sehingga pengetahuan siswa terhadap kewirausahaan semakin besar karena hal itu dapat meningkatkan minat berwirausaha dalam diri  siswa sehingga tumbuh keinginan untuk membangun sebuah usaha sendiri.(3) bagi orang tua siswa SMK PGRI 6 Malang, supaya melatih dan mendukung anaknya untuk berwirausaha, sehingga dapat merasang ide dan gagasan agar bisa mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa untuk berwirausaha dan siap menghadapi situasi yang sulit di dunia wirausaha. (4) bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian sejenis ini yang lebih komplek. Selain itu, memasukan variabel lain yang sesuai dengan landasan teori sehingga dapat memberikan kontribusi lebih baik dalam hubungannya dengan minat berwirausaha.

adjusted R square adalah 40,5% yang menyatakan pengaruh dari variabel bauran promosi, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini seperti kualitas produk.

 

Berdasarkan hasil dari penelitian ini disarankan: (1) bagi pihak perusahaan untuk mempertahankan bauran promosi yang berpengaruh signifikan, mengembangkan bauran promosi yang berpengaruh tidak signifikan serta, meningkatkan kualitas sinyal; (2) bagi peneliti selanjutnya untuk memperdalam variabel bauran promosi agar ditemukan temuan baru untuk ilmu pengetahuan.