SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kebutuhan Pelatihan untuk Meningkatkan Kompetensi Karyawan

rahmansyah dwi tafenda

Abstrak


ABSTRAK

Tafenda Rahmansyah. D. 2016. Analisis Kebutuhan Pelatihan untuk Meningkatkan Kompetensi Karyawan di PDAM Kota Malang. Skripsi, Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Elfia Nora, S.E., M.Si, (II) Drs. H. Muhammad Arief, M.Si.

Kata kunci: Analisis Kebutuhan, Pelatihan, Kompetensi Karyawan

Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya penting yang dimiliki setiap organisasi dan keberhasilannya ditentukan oleh kualitas sumbar daya manusia atau karyawan yang ada di dalamnya. PDAM Kota Malang berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggannya. Pembinaan, pendidikan, dan pelatihan yang telah diberikan oleh PDAM Kota Malang kepada karyawannya merupakan salah satu upaya untuk melihat kualitas dan meningkatkan kompetensi. Berdasarkan penjelasan tersebut, peneliti ingin mengetahui apakah program pelatihan yang telah diberikan kepada karyawan di PDAM sudah melalui analisis kebutuhan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan; (2) Program pelatihan apa yang dibutuhkan oleh karyawan untuk meningkatkan kompetensi; (3) Kendala yang dihadapi saat pelaksanaan proses analisis kebutuhan pelatihan karyawan.

Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan informasi dan data dalam pengambilan sampel yang tidak membatasi informan untuk pengumpulan data sampai dirasa cukup. Pengujian kelayakan instrumen menggunakan teknik trianggulasi data. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dengan menggunakan teknik analisis snowball sampling.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) program pelatihan yang dibutuhkan oleh karyawan PDAM Kota Malang untuk dapat meningkatkan kompetensi, dilakukan dengan menganalisis kebutuhan pelatihan menggunakan analisis GAP; (2) Hasil menunjukan bahwa untuk mengetahui kebutuhan pelatihan karyawan dengan memberikan pertanyaan seputar perusahaan  dalam proses pendekatan yang sistematis; (3) terdapat berbagai kendala yang dihadapi dalam proses analisis kebutuhan pelatihan meliputi waktu, fasilitas, bahan dan komposisinya, filosofi, personal, dan organisasi; (4) jangka waktu pelatihan pada karyawan yang tidak pasi bahkan cenderung memerlukan jangka waktu yang lama; (5) fasilitas yang kurang memadai dalam menunjang jalannya pelaksanaan pelatihan.

Saran yang dapat diberikan oleh peneliti berdasarkan hasil penelitian ini ialah (1) metode pelaksanaan program pelatihan yang dilakukan hendaknya lebih terarah; (2) hasil dari kebutuhan pelatihan dapat dikomunikasikan dengan lebih baik pada karyawan agar terhindar dari kendala dan hambatan saat proses pelatihan.