SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Marry Go Round pada Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Siswa (Studi pada SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen)

Tri Budi Prasetyawan

Abstrak


Model pembelajaran Marry Go Round adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan lebih banyak kepada setiap siswa untuk dikenali dan menunjukkan partisipasi mereka kepada orang lain dalam pemecahan suatu permasalahan (Kurniasih & Sani, 2014:94). Masing-masing anggota kelompok mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan pemikiran yang aktif dan kritis karena teknik ini dapat berbagi keahlian dan ide,  memberi saran, serta umpan balik.Berdasarkan observasi yang dilakukan di sekolah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen pada mata pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi kelas XI APK diketahui bahwa dalam proses pembelajaran masih jarang menerapkan model pembelajaran yang bervariasi sehingga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran masih kurang.Alternatif cara yang dipilih peneliti untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang bervariasi yaitu model pembelajaran kooperatif Marry Go Round. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Implementasi model pembelajaran kooperatif Marry Go Round, (2) Mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif Marry Go Round, (3) Mengetahui hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif Marry Go Round.Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif Marry Go Round dapat diterapkan pada mata pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi dengan tahap membentuk satu kelompok yang terdiri dari 4-6 siswa. Kemudian masing-masing kelompok diberi waktu 15 menit untuk mempelajari materi tentang dokumen dan surat. Sebelumnya guru telah mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pada sebuah lembar peraga. Kemudian lembar peraga ditempel di dinding kelas (depan, samping, belakang) dengan jarak tertentu. Setiap kelompok berdiri di depan lembar peraga masing-masing. Kemudian guru menentukan waktu untuk memulai menulis, siswa cukup mengisi satu jawaban di setiap lembar peraga dengan waktu yang ditentukan guru. Seterusnya tiap kelompok bergilir mengisi jawaban menurut arah jarum jam, dan begitu seterusnya, (2) implementasi model pembelajaran kooperatif Marry Go Round dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dari siklus I 67% meningkat menjadi 75% pada siklus II, (3) implementasi model pembelajaran kooperatif Marry Go Round dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari siklus I sebesar 63% meningkat menjadi 86% pada siklus II.

 

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan oleh peneliti antara lain: (1) model pembelajaran kooperatif Marry Go Round dapat dijadikan alternatif pilihan model pembelajaran di kelas untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa namun hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan, (2) bagi siswa XI APK SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen hendaknya belajar untuk bekerjasama dengan semua temannya dan lebih aktif dalam mengemukakan pendapat dan sarannya, (3) untuk peneliti selanjutnya dapat dijadikan bahan referensi untuk melakukan penelitian tindakan kelas lebih lanjut dengan setting kelas, lokasi, waktu, dan subyek yang berbeda sehingga keajegan dari model ini dapat dibuktikan secara empiris.