SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PROSES PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PRODUKSI CAFE WARNA TI FT UM

LIKE CITRA NURBAYA

Abstrak


ABSTRAK

Nurbaya, Like Citra. 2010. Proses Perencanaan dan Produksi Café Warna Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga, FT Universitas Negeri Malang, Pembimbing   (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd, (II) Ir. Budi Wibowotomo, M.Si.

Kata kunci: café warna 07, perencanaan, implementasi. 

Salah satu misi Prodi Tata Boga FT UM adalah menjadi pusat informasi kwirausahaan berbasis teknologi tata boga. Café Warna sebagai laboratorium Tata Boga FT UM untuk mengimplementasikan teori pengelolaan usaha boga pada matakuliah manajemen usaha boga (MUB) cafetaria, salah satunya perencanaan produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perencanaan produksi Café Warna 07, aspek perencanaan produksi, implementasi aspek perencanaan produksi dan kendala implementasi aspek perencanaan produksi.   

Pola perencanaan yang digunakan oleh Café Warna 07, yaitu pola perencanaan terintegrasi. Perencanaan disusun saling berkaitan antar bagian yang ada di Café Warna 07. Aspek perencanaan produksi yang digunakan yaitu        (a) desain produk atau jasa, berkaitan dengan perencanaan menu dan pelayanan; (b) analisis break event point, bertujuan untuk mengetahui banyaknya produk yang harus terjual dalam 1 hari agar café tidak mengalami kerugian, BEP (porsi) dalam agar tidak merugi maka café harus memproduksi 82 porsi/hari, target penjualan dengan besar keuntungan yang diinginkan Rp 200.000,00 adalah sebanyak 229 porsi/hari dan  (c) proses produksi berkaitan dengan pengadaan dan penyimpanan bahan baku serta standar prosedur operasional café. 

Implementasi aspek perencanaan produksi Café Warna 07 baik yang tertulis dan tidak tertulis, pada umumnya dapat diimplementasikan. Perubahan selama operasional café disesuaikan dengan kondisi yang sedang berlangsung, seperti perubahan menu setelah café beroperasi selama 2 bulan, hal tersebut dikarenakan kurngnya minat konsumen; proses pengolahan yang kurang praktis dan resiko kerusakan bahan setengah jadi yang relatif tinggi. Aspek perencanaan yang kurang sesuai dengan pelaksanaannya adalah prediksi biaya fixed cost, hal ini dikarenakan pembengkakan biaya pemasaran dan biaya bagian pelayanan yang diakibatkan oleh kenaikan harga bagi komponen tersebut selama operasional café. Aspek perencanaan yang tidak dapat terlaksanakan adalah pencapaian target penjualan, karena keuntungan yang diharapkan terlalu tinggi dan tidak disesuaikan dengan pangsa pasar Café Warna 07, mayoritas mahasiswa.

Kendala yang dialami pengelola Café Warna 07 berupa ketidaksesuaian perhitungan fixed cost antara perencanaan dan pelaksanaan; prediksi pendapatan penjualan; kenaikan harga bahan baku; keterbatasan tempat produksi pengolahan makanan; prediksi jumlah tamu dan keterbatasan tempat penyimpanan.

Jurusan Teknologi Industri FT UM dapat memperbanyak referensi yang berkaitan dengan perencanaan agar mahasiswa lebih matang dalam menyusun perencanaan pengelolaan usaha boga. Pembinaan lebih dalam mengenai standarisasi resep dilakukan sebelum operasional café. Keterbatasan tempat pengolahan makanan dapat disiasati dengan cara penyekatan ruangan. 

Bagi mahasiswa pengelola Café Warna selanjutnya diharapkan lebih cermat dan selektif mengenai pentuan aspek-aspek yang akan dicantumkan pada perencanaan. Prediksi kenaikan harga bahan baku perlu diperhatikan pada saat menyusun perencanaan. Pengetahuan mengenai bahan baku sangat diperlukan, sehingga dapat merencanakan dengan baik mengenai tempat penyimapanan sesuai karakteristik bahan baku. Prediksi jumlah konsumen dapat dilakukan dengan cara melihat catatan rekapan menu yang yang terjual pada hari sebelumnya.

Diharapkan temuan hasil penelitian ini oleh peneliti selanjutnya dapat diteliti lebih spesifik lagi tentang proses perencanaan dan pelaksanaan produksi. Penelitian mengenai proses perencanaan dapat dilakukan mulai dari awal penyusunan rencana, agar data lebih akurat.