SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Faktor Lingkungan dan Perbedaan Individu dalam Memilih Sepeda Motor Merek Yamaha Di SMAN 1 Gondanglegi

A. Afian

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Afian, A. 2008. Analisis Faktor Lingkungan dan Perbedaan Individu dalam Memilih  Sepeda Motor Merek Yamaha Di SMAN 1 Gondanglegi. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Dwi K., M.Si, (II) Madziatul Churiyah, S.Pd., M.M.

 

Kata kunci : Faktor Lingkungan, Perbedaan Individu.

 

Di negara maju seperti di Jepang dan Jerman sepeda motor sudah jarang sekali dijumpai, angka penjualan sepeda motor merosot drastis, jumlah sepeda motor jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan mobil, di sana sepeda motor dianggap sebagai alat trasportasi yang kurang aman bagi pengendaranya dan kurang meningkatkan prestise. Hal ini sangat bertolak belakang dengan di Indonesia, angka penjualan sepeda motor di Indonesia meningkat tajam beberapa tahun belakangan ini, Honda sebagai pemimpin pasar dari sepeda motor di Indonesia, kemudian diikuti oleh Yamaha dan di bawahnya lagi ada Suzuki, yang mana ketiganya merupakan produsen besar sepeda motor di Indonesia. Penjualan sepeda motor ini tidak meledak dengan begitu saja, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, tapi dalam penelitian ini hanya berfokus pada faktor lingkungan dan perbedaan individu. Segmen kosumen sepeda motor usia remaja atau belasan tahun juga sangat menjanjikan jika digarap dengan serius oleh produsen-produsen sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan dan menjelaskan faktor lingkungan dan perbedaan individu pada konsumen sepeda motor merek Yamaha di SMAN 1 Gondanglegi.

Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif, karena penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai dan memberikan gambaran mengenai variabel mandiri, tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Lokasi penelitian ini di SMAN 1 Gondanglegi dan populasi yang dipilih adalah siswa SMAN 1 Gondanglegi yang memakai sepeda motor merek Yamaha. Jumlah populasi keseluruhan adalah berjumlah 109 siswa, sampel berjumlah 90 siswa didapat dengan menggunakan metode proporsional random sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara acak yang besarnya sebanding pada tiap-tiap kelas. 

Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan analisis distribusi frekuensi variabel faktor lingkungan diketahui bahwa sebanyak 34,4 % responden menjawab netral, 30 % responden menjawab setuju, 20 % responden menjawab tidak setuju, 13,3 % responden menjawab sangat setuju, dan sisanya 2,2 % responden menjawab sangat tidak setuju.  Sehingga dari perhitungan prosentase tersebut dapat disimpulkan bahwa dari 90 responden mayoritas responden memberikan nilai netral untuk pengukuran faktor lingkungan dalam memilih sepeda motor merek Yamaha di SMAN 1 Gondanglegi. (2) Berdasarkan analisis distribusi frekuensi perbedaan individu diketahui bahwa sebanyak 36,7 % responden menjawab setuju, 25,6 % responden menjawab netral, 18,9 % responden menjawab tidak setuju, 13,3 % responden menjawab sangat setuju, dan sisanya 5,6 % responden menjawab sangat tidak setuju. Sehingga dari perhitungan prosentase tersebut dapat disimpulkan bahwa 90 responden mayoritas responden memberikan nilai setuju untuk pengukuran perbedaan individu dalam memilih sepeda motor merek Yamaha di SMAN 1 Gondanglegi.

Berdasarkan hasil penelitian, maka saran-saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut: (1) Dari kuesioner yang disebar, responden beberapa ada yang mengeluhkan akan konsumsi bahan bakar sepeda motor Yamaha tipe Mio dan Mio-Soul yang cukup boros untuk ukuran sepeda motor 110cc yang modelnya juga lebih mungil dibanding tipe-tipe yang lain. Peningkatan akan kualitas, penyempurnaan konsumsi bahan bakar dan performa mesin perlu lebih ditingkatkan oleh Yamaha untuk menyiasati hal ini. (3) Dari kuesioner yang disebar, responden juga beberapa ada mengeluhkan tentang perawatan yang cukup sulit sepeda motor Yamaha tipe matic atau jenis mio dan jupiter-MX, selain bengkel resmi Yamaha bengkel-bengkel pinggiran sulit memperbaiki sepeda ini, karena memang tehnologi yang digunakan juga baru. Yamaha harus segera menanggapi persoalan ini, agar konsumen tidak kesulitan melakukan perawatan, dan perawatan kendaraan rutin kendaraan selain di bengkel-bengkel resmi Yamaha.

 


Teks Penuh: DOC PDF