SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KOMPETENSI DASAR MENGELOLA INFORMASI (Studi pada Siswa Kleas X Program Pemasaran di SMK Ma'arif NU 4 Pakis Kabupaten Malang)

Inayatul Fitriya

Abstrak


PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

PADA KOMPETENSI DASAR MENGELOLA INFORMASI

(Studi pada Siswa Kelas X Program Keahlian Pemasaran di  SMK Ma’arif NU 4 Pakis Kabupaten Malang)

 

Inayatul Fitriya

Universitas Negeri Malang

Dosen Pembimbing 1: Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd., M.M.

Dosen Pembimbing 2: Drs. Mohammad Hari, M.Si.

 

ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw pada kompetensi dasar Mengelola Informasi siswa kelas X di SMK Ma’arif NU 4 Pakis, untuk mengetahui: (1) Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. (2) Hasil belajar siswa setelah mengikuti Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. (3) Respon siswa terhadap Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw. (4) Hambatan-hambatan yang muncul serta solusinya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tidakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran SMK Ma’arif NU 4 Pakis. Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi.  Hasil penelitian tersebut, diperoleh: 1) Penerapan Pembelajaran Model Jigsaw dilakukan dengan 5 tahap, yaitu: siswa dibagi ke dalam kelompok, membaca, diskusi kelompok ahli, laporan tim, dan tes. 2) Hasil belajar atas penerapan Model Jigsaw yang diperoleh siswa mengalami peningkatan dari rata-rata ulangan harian sebelum diterapkan Model Jigsaw sebesar 67 dan meningkat menjadi 78 pada post test siklus I. Sedangkan nilai rata-rata post test siklus II adalah 87. Ketuntasan klasikal  juga mengalami peningkatan. Pada post test siklus I sebesar 65,22%, meningkat pada post test siklus II menjadi 91,30%. 3) Penerapan Model Jigsaw mendapat respon sangat baik, hal ini berdasarkan pada hasil angket yang menyatakan bahwa siswa senang dengan Model Jigsaw terutama ketika bekerja sama dalam kelompok yang bervariasi. 4) Terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan Model Jigsaw. Namun hambatan tersebut tidaklah menjadi penghalang untuk tetap bisa menerapkan Model Jigsaw, karena peneliti telah menemukan solusi atas hambatan yang terjadi.

 

Kata kunci: Model Jigsaw, Hasil Belajar

 

 

PENDAHULUAN

Model Pembelajaran Kooperatif perlu diterapkan dalam proses belajar mengajar untuk menciptakan situasi pembelajaran yang lebih bervariasi dan dapat meningkatkan peran serta siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa, keterampilan berfikir, sikap positif terhadap materi pelajaran, dan hasil belajar.

Salah satu Model Pembelajaran Kooperatif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah Jigsaw. Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal (Isjoni, 2010:54). Selain itu, Model Jigsaw menurut Lie (dalam Karim, 2009) adalah:

Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain, siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain, dengan demikian, siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.

Pembelajaran kooperatif menekankan adanya kerja sama siswa dalam kelompoknya untuk mencapai tujuan belajar yang dapat memaksimalkan hasil belajar siswa. Maka, peneliti ingin menerapkan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw yang bertujuan agar siswa cenderung aktif memberikan sumbangsih pada pembelajaran, karena model ini menuntut tanggung jawab dari anggota kelompok. Selain itu juga bertujuan untuk membentuk siswa agar lebih aktif dan termotivasi untuk memperdalam materi sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar yang merupakan tujuan utama dari adanya suatu pembelajaran. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009:190) bahwa “evaluasi hasil belajar menekankan kepada perolehannya informasi tentang seberapakah perolehan siswa dalam mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan”.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran menerapkan prinsip profesional bekerja kelas X di SMK Ma’arif NU 4 Pakis yaitu Bapak Mufid Burhansah, S.Pd., peneliti mendapatkan informasi bahwa dalam proses belajar mengajar  siswa bosan dengan pola pembelajaran yang monoton dan belum ada kolaborasi antara guru dan siswa. Selain itu, berdasarkan pengamatan sebelum diadakan penelitian, menunjukkan siswa yang belum tuntas belajarnya yang dilihat dari nilai ulangan harian masih banyak yang mendapat nilai di bawah KKM (75), sejumlah 13 siswa dari 24 siswa atau berkisar 54% siswa yang ada di kelas X Pemasaran SMK Ma’arif NU 4 Pakis mendapat nilai di bawah KKM yang telah ditentukan.

Penelitian Yudistira (2011), dalam jurnalnya yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Permainan Edukatif Jigsaw pada Mata Pelajaran IPA”, membuktikan bahwa hasil penelitian yang dilakukan terhadap kelas V SDN Cintajaya Kab. Tasikmalaya, Model Pembelajaran Jigsaw terbukti mampu meningkatkan hasil belajar dari nilai rata-rata 6,05, daya serap kelas (DSK) 13,3% dengan kriteria belum tuntas menjadi 8,24, DSK 86,67% (pada siklus 1) dan 8,59, DSK 90% (pada siklus 1) dengan kriteria tuntas, demikian pula pada aspek sikap siswa menunjukkan adanya peningkatan dari kategori tinggi pada sikus 1 dan kategori sangat tinggi pada siklus 2 terutama pada indikator kerjasama dan kesungguhan dalam belajar.

Model Pembelajaran Jigsaw merupakan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memberikan konsep pemahaman materi yang sulit kepada siswa serta dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kemampuan siswa dalam materi tersebut sehingga mampu meningkatkan hasil belajar. Melalui penggunaan pendekatan Pembelajaran Jigsaw ini, untuk siswa SMK akan terlatih untuk mengemukakan gagasan dan perasaan secara cerdas dan kreatif, serta dapat meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajaran dirinya sendiri maupun pembelajaran orang lain. Yang tidak kalah penting, siswa tidak hanya mempelajari dan menerima materi yang diberikan namun juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada anggota kelompoknya.

Penerapan Pembelajaran Model Jigsaw ini tahapan-tahapan dilakukan menurut temuan ahlinya, yaitu seperti yang dijelaskan oleh Slavin (2005:241) dalam bukunya, yakni: pertama, siswa dibagi ke dalam tim yang terdiri dari 4-6 orang. Kedua, membaca, para siswa menerima topik ahli dan membaca materi yang diminta untuk menemukan informasi. Ketiga, diskusi kelompok ahli, para siswa dengan keahlian yang sama bertemu untuk mendiskusikan ke dalam kelompok ahli. Keempat, laporan tim, para ahli kembali ke dalam kelompok mereka masing-masing untuk mengajari topik mereka kepada teman satu timnya. Terakhir, tes, para siswa mengerjakan kuis-kuis individual yang mencakup semua topik.

Tahap-tahap tersebut mampu memberikan respon positif terhadap proses belajar siswa. Hal ini didukung oleh Nurhadi, dkk (2004:65) yang menyatakan bahwa “Jigsaw sangat menggembirakan siswa”.

 

TUJUAN PENELITIAN

            Bertolak dari latar belakang di atas, tujuan dari diadakan penelitian ini adalah:

1.      Mengetahui penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw pada Kompetensi Dasar Mengelola Informasi siswa kelas X di SMK Ma’arif NU 4 Pakis

2.      Mengetahui hasil belajar siswa pada Kompetensi Dasar Mengelola Informasi setelah mengikuti Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw pada siswa kelas X di SMK Ma’arif NU 4 Pakis

3.      Mengetahui respon siswa pada Kompetensi Dasar Mengelola Informasi setelah mengikuti Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw pada siswa kelas X di SMK Ma’arif NU 4 Pakis

4.      Mengetahui hambatan-hambatan yang muncul selama diterapkannya Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw pada Kompetensi Dasar Mengelola Informasi kelas X di SMK Ma’arif NU 4 Pakis, serta solusinya