SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Pembelajaran Kooperatif Model TAI (Team Assisted Individualization) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa (Studi pada Siswa Kelas X APK 2 SMK Muhammadiyah 3 Singosari pada Mata Pelajaran Menerapkan Prinsip Kerjasama dengan Kole

Vicky Azhar MR

Abstrak


ABSTRAK

 

Azhar, Vicky. 2011. Implementasi Pembelajaran Kooperatif Model TAI (Team Assisted Individualization) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa (Studi pada Siswa Kelas X APK 2 SMK Muhammadiyah 3 Singosari pada Mata Pelajaran Menerapkan Prinsip Kerjasama dengan Kolega dan Pelanggan). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Suharto SM, M.M., M.Pd (2) Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd., M.M.

 

Kata   kunci:   Pembelajaran   Kooperatif,   Team    Assisted    Individualization, Aktivitas, Hasil belajar.

Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Berbagai upaya pendidikan telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan kurikulum di Indonesia secara bertahap, dan disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan jaman. Selain pengembangan kurikulum, hal yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah proses pembelajaran. Pada SMK Muhammadiyah 3 Singosari, metode pembelajaran yang banyak diterapkan adalah metode konvensional seperti ceramah dan tanya jawab yang menyebabkan siswa pasif dan kurang mandiri dalam belajar. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi yang dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi tersebut dapat dilakukan dengan mengimpelentasikan pembelajaran kooperatif, sehingga suasana belajar lebih kondusif dan mendorong peran aktif siswa dalam belajar. Salah satu bentuk pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization), dimana siswa berinteraksi dan saling membantu satu sama lain sehingga secara langsung dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi.  Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X APK 2 SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Conclusion Drawing (Penarikan Kesimpulan).

Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I aktivitas kooperatif siswa secara klasikal hanya mencapai persentase sebesar 58,36%. Pada siklus II meningkat sebesar 28,37% menjadi 86,73%. Selain itu penilitian ini menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswa, baik dalam ranah kognitif maupun afektif. Pada ranah kognitif, peningkatan tersebut terlihat dari perbandingan hasil pre-test yang dilaksanakan pada saat pra tindakan dengan hasil post-test yang diberikan pada saat akhir penerapan. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada saat pre-test sebanyak 3 siswa (9,1%) sedangkan yang belum tuntas sebanyak 30 siswa (90,9%). Hasil post-test siklus I menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan siswa yang tuntas sebanyak 23 siswa (69,69%) dan yang belum tuntas sebanyak 10 siswa (30,31%). Untuk hasil post-test siklus II juga menunjukkan peningkatan hasil belajar jika dibandingkan dengan siklus I yaitu dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 30 siswa (90,9%) dan yang belum tuntas sebanyak 3 siswa (9,1%). Walaupun pada post-test siklus II masih terdapat siswa yang belum tuntas, ini adalah hal yang wajar karena cukup sulit untuk mencapai taraf keberhasilan 100% siswa tuntas semua. Sedangkan pada ranah afektif, pada siklus I terdapat siswa yang tidak tuntas sebanyak 9 siswa (27,27%), dan yang tuntas sebanyak 24 siswa (72,73%). Pada siklus II meningkat menjadi 100% siswa tuntas dalam penilaian afektif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan (1) Bagi SMK Muhammadiyah 3 Singosari perlu menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung efektivitas penerapan pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization)  yaitu berupa pengadaan literatur guna mempermudah siswa dalam memperoleh informasi dan memperlancar proses belajar (2) Bagi guru Menerapkan Prinsip Kerjasama dengan Kolega dan Pelanggan di SMK, pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization) dapat dijadikan alternatif pilihan dalam praktik pembelajaran di kelas karena dapat mendorong siswa menjadi lebih aktif yang nantinya dapat berpengaruh pada hasil belajar (3) Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran kooperatif model TAI (Team Assisted Individualization) pada pengajaran mata diklat yang sama atau mata diklat lainnya di tempat yang berbeda untuk mengembangkan model pembelajaran yang inovatif dan kreatif dalam proses pembelajaran (4) Bagi siswa, hendaknya mempersiapkan diri dengan belajar terlebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran di kelas, sehingga pada saat diskusi kelas siswa mudah mengikuti pembelajaran dan siswa juga perlu  meningkatkan keberanian dalam mengajukan pertanyaan maupun berargumentasi guna lebih memahami terhadap materi yang dipelajari.