SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus pada Mata Diklat Kewirausahaan Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen).

wenny dwi rahayu

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahayu, Wenny, Dwi. 2011. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation  (GI)  untuk Meningkatkan Hasil  Belajar  Siswa  (Studi  Kasus  pada Mata  Diklat  Kewirausahaan  Kelas  X  Program  Keahlian  Administrasi Perkantoran  SMK  Muhammadiyah  5  Kepanjen).  Skripsi,  Program  Studi  S1 Pendidikan  Tata  Niaga.  Jurusan  Manajemen.  Fakultas  Ekonomi  Universitas Negeri Malang. Pembimbing  (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika R.W.W, M.A, M.Si. (II) Dr. Wening Patmi Rahayu, M.M.

 

Kata kunci: model Group Investigation, hasil belajar.

Dalam  dunia  pendidikan  selalu  mengalami  pembaharuan  dalam  rangka mencari  struktur  kurikulum,  sistem  pendidikan  dan  metode  pembelajaran  yang efektif dan efisien. Upaya  tersebut antara  lain peningkatan  sarana dan prasarana, peningkatan mutu para pendidik dan peserta didik serta perubahan dan perbaikan kurikulum.  Pendidikan  yang  mampu  mendukung  pembangunan  di  masa mendatang  adalah  pendidikan  yang  mampu  mengembangkan  potensi  peserta didik,  sehingga  yang bersangkutan mampu memiliki dan memecahkan problema pendidikan yang dihadapinya.

Agar  dapat  menciptakan  situasi  pembelajaran  yang  lebih  bervariasi  dan dapat  meningkatkan  peran  siswa  dalam  pembelajaran  maka  perlu  diterapkan model  pembelajaran,  misalnya  model  pembelajaran  kooperatif.  Karena  model pembelajaran  kooperatif  dapat  dijadikan  sebagai  salah  satu  alternative  dalam pembelajaran  untuk  meningkatkan  keaktifan  siswa,  ketrampilan  berfikir,  sikap positif terhadap materi pelajaran, hasil belajar dan motivasi belajar.

Tujuan  dari  penelitian  ini  yaitu:  1)  mengetahui  bagaimana  penerapan metode  pembelajaran  Group  Investigation  pada  mata  diklat  Kewirausahaan  di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, 2) mengetahui  apakah  ada peningkatan  hasil belajar  setelah  dilasanakan metode  pembelajaran  Grop  Investigation  pada mata diklat  Kewirausahaan  di  SMK  Muhammadiyah  5  Kepanjen,  3)  mengetahui apakah  faktor-faktor  penghambat  dalam  penerapan metode  pembelajaran Group Investigation  pada  mata  diklat  Kewirausahaan  di  SMK  Muhammadiyah  5 Kepanjen

Berdasarkan penilaian kognitif siswa pada mata diklat Kewirausahan, nilai ulangan  harian  sebelum menggunakan model GI  siswa  yang mendapat nilai <70 sebanyak 8 siswa dan setelah menggunakan model GI siswa yang mendapat nilai <70 sebanyak 2 siswa. Sedangkan berdasarkan penilaian afektif siswa pada siklus I  siswa  yang  tuntas dengan  nilai  70  sebanyak 17  siswa dan  siswa  yang belum tuntas  sebanyak  20  siswa.  Pada  siklus  II  siswa  yang  tuntas  dengan  nilai 70  sebanyak 34 siswa dan  siswa yang belum  tuntas sebanyak 3  siswa. Dengan demikian  dapat  dilihat  bahwa  hasil  belajar  siswa  meningkat  setelah  diterapkan pembelajaran kooperatif model Group Investigation.

Berdasarkan  hasil  penelitin  dapat  disimpulkan,  bahwa:  1)  pelaksanaan pembelajaran  model  Group  Investigation  terdiri  dari  enam  tahap,  yaitu:  (a) menentukan  sub  topik,  (b)  rencana  penyelidikan,  (c)  melakukan  rencana penyelidikan  (d)  merencananakan  presentasi,  (e)  melakukan  presentasi,  dan  (f) evaluasi.  2)  hasil  belajar  siswa  meningkat  setelah  diterapkan  pembelajaran kooperatif model Group  Investigation.3)  hambatan  yang  dialami  peneliti  dalam menerapkan  metode  kooperatif  model  Group  Investigation  adalah  kurangnya sarana dan semangat belajar siswa.

Saran  yang  dapat  peneliti  berikan  adalah  sebagai  berikut:  (1)  Guru matadiklat Kewirausahaan hendaknya  lebih memotivasi siswa agar berpikir aktif, saling  bekerjasama  antar  siswa  dan  memberikan  bimbingan  pada  siswa  untuk memecahkan  suatu  masalah,  (2)  Kepala  Sekolah  SMK  Muhammadiyah  5 Kepanjen  hendaknya  meningkatkan  sarana  dan  prasarana  pendidikan  agar memberikan  kenyamanan  dalam  melaksanakan  proses  pembelajaran,  (3) pembelajaran  kooperatif  dengan  model  Group  Investigation  dapat  digunakan sebagai  salah  satu alternatif  yang dapat dipakai Guru matadiklat Kewirausahaan dalam  melaksanakan  pembelajaran  terhadap  siswa.  Karena  dengan  metode tersebut  dapat  meningkatkan  aktivitas  siswa,  menimbulkan  kerjasama  anggota, dan mendorong siswa untuk menghargai pendapat orang lain sehingga mendorong semangat belajar dan akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.