SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Persepsi Konsumen Tentang Kredibilitas Celebrity Endorser Pada Iklan Pantene Terhadap Brand Image Produk (Studi Pada Siswa-Siswi Pengguna Produk Pantene di Madrasah Aliyah Negeri Rejotangan Kabupaten Tulungagung

Dwi Khoirun Ni'mah

Abstrak


ABSTRAK

 

Ni'mah,  Dwi Khoirun.  Pengaruh  Persepsi  Konsumen  Tentang    Kredibilitas  Celebrity Endorser Pada  Iklan Pantene Terhadap Brand Produk  (Studi Pada Siswa-siswi  Pengguna  Produk  Pantene  di  Madrasah  Aliyah  Negeri  Rejotangan Kabupaten Tulungagung). Skripsi, Jurusan Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi  Universitas  Negeri  Malang.  Pembimbing  :  (1)  Dr.  Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M (2) Hj. Madziatul Churiyah, S.Pd., M.M.

 

Kata kunci : kredibilitas celebrity endorser, brand image

 

Dengan  semakin  berkembangnya  arus  informasi  saat  ini,  strategi  pemasaran yang kreatif dan menyentuh namun tetap efektif dan efisien mutlak diperlukan dalam upaya meningkatkan  brand  awareness  dan merebut  mind  share masyarakat.  Iklan merupakan salah satu kegiatan untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Salah satu cara kreatif dalam beriklan adalah dengan menggunakan  endorser. Penggunaan endorser diharapkan  dapat  memberikan  asosiasi  positif  antara  produk  dengan  endorser. Asosiasi  tersebut  secara  sederhana dapat muncul dalam bentuk pemikiran atau citra tertentu yang dikaitkan pada  suatu merek. Keterkaitan pada  suatu merek akan  lebih kuat  apabila  dilandasi  pada  banyak  pengalaman  untuk  mengkomunikasikannya. Berbagai asosiasi yang diingat konsumen dapat dirangkai sehingga membentuk citra tentang merek di dalam benak konsumen. 

Penelitian  ini merupakan  penelitian  asosiatif  dan  explanatory.  Penelitian  ini berusaha  untuk  menjelaskan  besar  pengaruh  kredibilitas  celebrity  endorser  yang terdiri dari keahlian (X1), kelayakan untuk dipercaya (X2), kemampuan untuk disukai (X3)  terhadap  brand  image  produk  Pantene  baik  secara  parsial  maupun  secara simultan.

Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  siswa-siswi  Madrasah  Aliyah  Negeri Rejotangan Kabupaten Tulungagung yang menggunakan shampo Pantene. Sedangkan sampel  dalam  penelitian  ini  adalah  60  responden.  Sampel  diambil  dengan menggunakan teknik propotional random sampling dan random sampling.

Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  :  (1)  terdapat  pengaruh  positif signifikan keahlian secara parsial  terhadap brand  image produk Pantene pada siswa-siswi  Madrasah  Aliyah  Negeri  Rejotangan  Kabupaten  Tulungagung,  (2)  terdapat pengaruh positif signifikan kelayakan untuk dipercaya secara parsial  terhadap brand image  produk  Pantene  pada  siswa-siswi  Madrasah  Aliyah  Negeri  Rejotangan Kabupaten Tulungagung,  (3)  terdapat pengaruh positif  signifikan kemampuan untuk disukai  secara  parsial  terhadap  brand  image  produk  Pantene  pada  siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Rejotangan Kabupaten Tulungagung, (4)  terdapat pengaruh positif  signifikan  kredibilitas  celebrity  endorser  (keahlian,  kelayakan  untuk dipercaya, kemampuan untuk disukai) secara simultan terhadap brand  image produk Pantene  pada  siswa-siswi  Madrasah  Aliyah  Negeri  Rejotangan  Kabupaten Tulungagung.  Dengan  demikian  dapat  disimpulkan  bahwa  kredibilitas  celebrity endorser dapat mempengaruhi brand image produk baik secara parsial maupu secara simultan.  Keahlian,  kelayakan  untuk  dipercaya  dan  kemampuan  untuk  disukai mempengaruhi  brand  image  produk  Pantene  pada  siswa-siswi  Madrasah  Aliyah Negeri Rejotangan Kabupaten Tulungagung sebesar 50,2%, sedangkan sisanya 49,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar penelitian.

Saran yang dapat diberikan berkenaan dengan temuan yang diperoleh selama pelaksanaan  penelitian  ini  adalah  (1)  Direktur  Periklanan  Procter  &  Gamble Indonesia  hendaknya  tetap mempertahankan  penggunaan Anggun C.  Sasmi,  karena selebriti  tersebut  memberikan  pengaruh  positif  terhadap  brand  image  produk.  Di dalam pemilihan endorser Pantene selanjutnya hendaknya menambahkan penggunaan endorser  laki-laki  karena  salah  satu  indikator  dalam  penelitian  ini  menunjukkan bahwa responden menganggap Pantene hanya ditujukan untuk kaum perempuan, (2) dalam  penelitian  selanjutnya  disarankan  agar  objek  penelitian  yang  diambil  lebih baik,  yaitu masyarakat  umum  dari  berbagai  golongan,  usia,  dan  tempat  penelitian yang  lebih  luas  supaya  data  penelitian  yang  diperoleh  lebih  valid  dan  ruang lingkupnya  lebih  luas,  (3)  bagi  peneliti  selanjutnya  disarankan  untuk  menambah jumlah  variabel  penelitian  yang  dapat  mempengaruhi  brand  image  produk  selain variabel  yang  diteliti  pada  penelitian  ini.  Selain  itu menyempurnakan  kekurangan-kekurangan dalam penelitian ini dan dapat dijadikan dasar pertimbangan ilmiah bagi kesempurnaan yang ada.