SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Pendekatan Problem Posing untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa (Studi pada Siswa Kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen pada Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan)

Nuri Dyah Handayani

Abstrak


ABSTRAK

 

Handayani, Nuri Dyah. 2010. Efektivitas Pendekatan Problem Posing untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa (Studi pada Siswa Kelas XII Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen pada Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, FE. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M (II) Drs. Sarbini.

 

Kata kunci :  Efektivitas pendekatan problem posing, prestasi belajar, kemampuan komunikasi, nilai hasil belajar, respons guru dan siswa.

Berdasarkan hasil wawancara pada guru mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan bahwa pembelajaran yang dilakukan selama ini ternyata masih didominasi oleh pembelajaran konvensional dan kurang bervariatif. Sehingga mengakibatkan siswa kurang aktif dan kreatif dalam belajar. Pihak sekolah belum mampu untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memungkinkan siswa berpikir kritis, kreatif, bertanggung jawab, memberi peluang bagi siswa untuk menjelajahi idenya yang imajinatif, serta dapat mengeksplorasi kemampuan komunikasi siswa. Oleh sebab itu perlu adanya sebuah model pembelajaran untuk membangkitkan semangat peserta didik agar aktif dalam proses pembelajaran Mengelola Sistem Kearsipan. Salah satu  diantaranya adalah pendekatan problem posing.

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem posing, 2) Untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan pendekatan problem posing efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yang di tinjau berdasarkan nilai hasil belajar dan kemampuan komunikasi siswa, 3) Untuk mengetahui respons guru pengajar dan siswa terhadap pendekatan problem posing pada mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII program keahlian APk 2 SMK Muhammadiyah 5 Kapanjen yang berjumlah 38 siswa.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang dirancang dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian dikumpulkan melalui 1) wawancara guru, 2) angket siswa, 3) pre-test dan post test, 4) lembar problem posing, 5) observasi kemampuan komunikasi, 6) dokumentasi, 7) observasi pelaksanaan pembelajaran problem posing dan 8) catatan lapangan. Jenis penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus mencakup 4 tahap kegiatan, yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Pada pelaksanaan tindakan mencakup 5 tahap kegiatan, yaitu: 1) Mendeskripsikan Situasi/Informasi, 2) Mendefinisikan Masalah, 3) Menampilkan Permasalahan, 4) Mendiskusikan Pemecahan Masalah, 5) Mendiskusikan Alternatif Pemecahan Masalah.

Dari observasi yang dilakukan oleh kedua observer penelitian ini mengenai kemampuan guru mengelola pembelajaran dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran didapati adanya peningkatan sebesar 5%, yaitu 91,66% pada siklus I dan 96,66% pada siklus II. Peningkatan tersebut menandakan bahwa pada siklus II guru telah mampu mengelola pembelajaran dengan baik dan siswa telah dapat mengikuti pembelajaran dengan baik pula.

Keberhasilan peningkatan prestasi belajar pada penelitian ini dilihat dari perbandingan dari hasil pre test dan post test siklus I dan siklus II serta menilai kemampuan komunikasi siswa pada siklus I dan siklus II. Hasil persentase pre test siklus I sebesar 82,37% dengan perbandingan persentase keberhasilan siswa sebagai berikut: 56,25% siswa yang tuntas dan 43,75% siswa yang belum tuntas. Hasil persentase post test siklus I sebesar 89,34% dengan perbandingan persentase keberhasilan siswa sebagai berikut: 92,11% siswa yang tuntas dan 7,89% siswa yang belum tuntas. Sedangkan hasil persentase klasikal kemampuan komunikasi pada siklus I adalah sebesar 83% dengan perbandingan persentase keberhasilan siswa sebagai berikut: 76,32% siswa yang tuntas dan 23,68% siswa yang belum tuntas. Pada siklus I ini peneliti menganggap penelitian ini belum berhasil sehingga perlu diadakan evaluasi dan perbaikan di siklus II.

Pada siklus II, peneliti menggunakan studi kasus sebagai soal pre test dan post test. Dari soal pre test dan post test tersebut didapatkan hasil persentase klasikal pre test siklus II sebesar 84,7% dengan perbandingan persentase keberhasilan siswa sebagai berikut: 73,53% siswa yang tuntas dan 32,35% siswa yang belum tuntas. Hasil persentase klasikal post test siklus II sebesar 99,47% dan 100% siswa tuntas. Sedangkan hasil persentase klasikal kemampuan komunikasi siswa pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 88% dengan perbandingan persentase keberhasilan siswa sebagai berikut: 89,47% siswa yang tuntas dan 10,53% siswa yang belum tuntas. Dari hasil-hasil tersebut, peneliti menilai bahwa penelitian ini telah berhasil meningkatkan prestasi belajar siswa.

Respon siswa dan guru mata pelajaran terhadap pembelajaran adalah positif maka pendekatan problem posing. Sehingga secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa penbelajaran dengan menggunkan pendekatan problem posing ini efektif digunakan pada mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan khususnya pada kompetensi dasar Menentukan Sistem Kearsipan materi asas pengelolaan arsip dan sistem penyimpanan arsip.

Berdasarkan temuan penelitian ini, diberikan beberapa saran sebagai berikut: 1) untuk guru SMK khususnya guru mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan hendaknya pendekatan problem posing ini di jadikan metode pembelajaran alternatif yang dapat diterapkan pada mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan, 2) untuk SMK 5 Kepanjen hendaknya mendukung kegiatan pembelajaran dengan melengkapi media pembelajaran sekolah, 3) untuk peneliti lain yang ingin melakukan penelitian sejenis pada pokok bahasan yang lain hendaknya mengkolaborasikan pembelajaran dengan pendekatan problem posing dengan metode pembelajaran lainnya agar lebih bervariatif