SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH KEADILAN DISTRIBUTIF DAN SIKAP KERJA POSITIF TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI MELALUI KEPUASAN KERJA (Studi pada Tenaga Pengajar Pusat Bimbingan Belajar Ganesha Operation Malang)

rizky rahmita airindah

Abstrak


ABSTRAK

 

Airindah, Rizky Rahmita. 2010. Pengaruh Keadilan Distributif dan Sikap Kerja Positif  terhadap  Komitmen  Organisasi  Melalui  Kepuasan  Kerja  (Studi pada Tenaga Pengajar PBB Ganesha Operation Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Dr. Ery Tri Djatmika, M.A., M.Si,  (II) Hj.  Ita Prihatining Wilujeng, S.E, M.M

 

Kata kunci : Keadilan  Distributif,  Sikap  Kerja  Positif,  Kepuasan  Kerja, Komitmen Organisasi, Tenaga Pengajar

 

Greenberg,  1990;  Cropanzano  dan  folger,  1989  (dalam  Fernandes, 2006:702) menjelaskan bahwa keadilan distributif diartikan sebagai cara pandang yang dinyatakan oleh  individu mengenai distribusi dari  sumberdaya-sumberdaya dan  hasil  atau  alokasi  yang  diterimanya  dengan  cara  membandingkannya  pada orang  lain.  Jika  karyawan  merasa  diperlakukan  tidak  adil  oleh perusahaan/organisasi  tempat  di  mana  ia  bekerja,  maka  hal  ini  akan mempengaruhi  sikapnya  dalam  bekerja.  Miner  (dalam  Yuwono  :  2008) menjelaskan bahwa sikap kerja adalah "perasaan positif atau negatif yang dimiliki karyawan  terhadap  tempat  kerja  atau  teman  bekerja.  Sedangkan  kepuasan  kerja (job  satisfaction) menurut Handoko  (2001:193)  adalah  keadaan  emosional  yang menyenangkan  atau  tidak  menyenangkan  di  mana  karyawan  memandang pekerjaan  mereka.  Kepuasan  kerja  mencerminkan  perasaan  seseorang  terhadap pekerjaannya.  Ini  nampak  dalam  sikap  positif  karyawan  terhadap  pekerjaan  dan segala  sesuatu  yang  dihadapi  di  lingkungan  kerjanya. Hubungan  kepuasan  kerja dengan komitmen organisasional dinyatakan oleh Ostroff (dalam Gadner 2001:8) yang menyatakan bahwa,"However more recent research has suggested a positive relationship between collective job satisfaction and organizational commitment". 

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  (1)  mengetahui  kondisi  deskriptif keadilan distributif,  sikap kerja positif, kepuasan  kerja dan komitmen organisasi pada tenaga pengajar PBB Ganesha Operation Malang, (2) menganalisa pengaruh secara  langsung  yang  signifikan  antara  keadilan  distributif  terhadap  kepuasan kerja  pada  tenaga  pengajar  PBB  Ganesha  Operation  Malang,  (3)  menganalisa pengaruh  secara  langsung  yang  signifikan  antara  sikap  kerja  positif  terhadap kepuasan  kerja  pada  tenaga  pengajar  PBB  Ganesha  Operation  Malang,  (4) menganalisa pengaruh secara  langsung yang signifikan antara keadilan distributif terhadap  komitmen  organisasi  pada  tenaga  pengajar  PBB  Ganesha  Operation Malang,  (5) menganalisa  pengaruh  secara  langsung  yang  signifikan antara  sikap kerja  positif  terhadap  komitmen  organisasi  pada  tenaga  pengajar  PBB Ganesha Operation  Malang,  (6)  menganalisa  pengaruh  secara  langsung  yang  signifikan antara  kepuasan  kerja  terhadap  komitmen  organisasi  pada  tenaga  pengajar  PBB Ganesha Operation Malang, (7) menganalisa pengaruh secara tidak langsung yang signifikan  antara  keadilan  distributif  terhadap  komitmen  organisasi  yang dimediatori  oleh  kepuasan  kerja  pada  tenaga  pengajar  PBB Ganesha Operation Malang,  (8) menganalisa  pengaruh  secara  tidak  langsung  yang  signifikan  antara sikap kerja positif  terhadap komitmen organisasi yang dimediatori oleh kepuasan kerja pada tenaga pengajar PBB Ganesha Operation Malang.

Jenis  penelitian  yang  digunakan  adalah  penelitian  explanatory  research. Populasi  yang  dipilih  adalah  adalah  tenaga  pengajar  LBB  Ganesha  Operation Malang  yang  memiliki  masa  kerja  lebih  dari  tiga  tahun  sejumlah  63  tenaga pengajar.  Pengambilan  sampel  penelitian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan sampel  acak  (simple  random  sampling)  dengan  sampel  sebanyak  54  responden, namun  karena  terdapat  tiga  data  dari  responden  yang  outlayer,  maka  data  dari responden  yang  dipakai  hanya  sebanyak  51  orang  dan  metode  analisis  yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). 

Hasil  penelitian  ini  adalah:  (1)  Berdasarkan  hasil  analisis  deskriptif, kondisi  keadilan  distributif,  sikap  kerja  positif,  dan  komitmen  organisasi  tinggi dan  sangat  tinggi  pada  kondisi  deskriptif  kepuasan  kerja  di  LBB  Ganesha Operation,  (2)  Terdapat  pengaruh  secara  langsung  yang  signifikan  keadilan distributif terhadap kepuasan kerja pada tenaga pengajar LBB Ganesha Operation Malang,  (3)  Terdapat  pengaruh  secara  langsung  namun  tidak  signifikan  antara sikap  kerja  positif  terhadap  kepuasan  kerja  pada  tenaga  pengajar LBB Ganesha Operation Malang  dan  (4) Terdapat    pengaruh  secara  langsung  yang  signifikan keadilan distributif  terhadap komitmen organisasi  tenaga pengajar LBB Ganesha Operation Malang, (5) Terdapat pengaruh secara langsung namun tidak signifikan sikap  kerja  positif  terhadap  komitmen  organisasi  tenaga  pengajar LBB Ganesha Operation  Malang,  (6)  Terdapat  pengaruh  secara  langsung  yang  signifikan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada tenaga pengajar LBB Ganesha Operation Malang,  (7) Terdapat pengaruh  secara  tidak  langsung  yang  signifikan keadilan  distributif  terhadap  komitmen  organisasi  melalui  kepuasan  kerja  pada tenaga  pengajar  LBB  Ganesha  Operation Malang,  (8)  Tidak  terdapat  pengaruh secara  tidak  langsung  yang  signifikan  sikap  kerja  positif  terhadap  komitmen organisasi melalui kepuasan kerja pada  tenaga pengajar LBB Ganesha Operation
Malang..

Berdasarkan  hasil  penelitian  ini,  saran  yang  dapat  disampaikan  penulis adalah  sebagai  berikut:  (1)  LBB Ganesha Operation Malang: Hendaknya  pihak manajemen  LBB  lebih  meningkatkan  lagi  penerapan  keadilan  distributif  agar kepuasan kerja dan komitmen organisasi  tenaga  pengajar  terpelihara dan  terjaga dengan  baik,  dengan  cara  tetap  memberikan  beban  kerja  yang  sesuai  dengan kemampuan  tenaga  pengajar,  memberlakukan  shift  kerja  yang  adil,  tetap memerikan gaji sesuai dengan UMK yang berlaku, tetap memberikan bonus yang sesuai,  membuka  peluang  lebih  lebar  untuk  kesempatan  promosi  bagi  setiap karyawan  dan  tenaga  pengajar,  memberi  peluang  dan  kesempatan  bagi  para karyawan  dan  tenaga  pengajar  agar mereka  dapat  lebih memaksimalkan  potensi dan  kemampuan  yang mereka miliki,  serta  untuk menumbuhkan  kerjasama  dan hubungan  kerja  yang  harmonis  diantara  para  karyawan  dan  tenaga  pengajar, hendaknya  pihak  manajemen  sering  mengadakan  kegiatan  yang  dapat menumbuhkan  kerjasama  tim,  seperti  outbond  (2)  Peneliti  Lain:  Peneliti selanjutnya diharapkan mengambil variabel sikap kerja positif. Karena selama ini, masih  sedikit  sekali pihak  (baik pihak praktisi maupun pihak keilmuan MSDM) yang  membahas  tentang  sikap  kerja  positif  karyawan/tenaga  kerja  dan  lebih mengembangkan  kembali  indicator-indikator  sikap  kerja  positif,  karena  suatu sikap itu luas sekali pengertian dan jangkauanya serta belum dapat dilakukan pada penelitian ini karena keterbatasan waktu dan tempat.