SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Time Interest Earned Ratio (TIER) terhadap Earning Per Share (EPS) melalui Return on Equity (ROE) Perusahaan Tekstil dan Garmen yang Listing di BEI Periode 2007-2009.

Erlina Anggraeni

Abstrak


ABSTRAK

 

Anggraeni, Erlina. 2010. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Time Interest Earned Ratio (TIER) terhadap Earning Per Share (EPS) melalui Return on Equity (ROE) Perusahaan Tekstil dan Garmen yang Listing di BEI Periode 2007-2009. Skripsi, Program Studi Manajemen Keuangan, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswayo, M.M. (2) Subagyo, S.E., S.H., M.M.

 

Kata kunci : Debt to Equity Ratio (DER), Times Interest Earned Ratio (TIER),

 

Return on Equity (DER), Return on Equity (ROE), Earning Per Share (EPS). Kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut. Analisis terhadap kinerja perusahaan pada umumnya dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan, yang mencakup perbandingan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama dan mengevaluasi kecenderungan posisi keuangan perusahaan sepanjang waktu. Kinerja keuangan perusahaan dapat dilakukan menggunakan rasio. Analisis relatif tersebut akan memberikan gambaran atau pengukuran relatif dari operasi perusahaan. Industri tekstil merupakan industri padat karya, dimana industri ini membutuhkan penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak. Sehingga apabila industri ini melemah maka akan memperparah pengangguran untuk itu industri ini harus diperhatikan. Industri tekstil adalah industri yang berorientasi ekspor. Tahun 2006, Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara pengekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) terbesar dunia. Tahun 2007 kinerja ekspor meningkat sekitar 9%. Industri TPT masih menjadi penyumbang devisa non-migas terbesar (www.mediadata.co.id). Namun, industri tekstil masih menghadapi berbagai hambatan dan kendala, antara lain dengan maraknya produk impor dengan banyaknya produk impor dengan harga yang relatif lebih murah juga mempengaruhi penjualan TPT di dalam negeri karena daya beli masyarakat masih lemah. Perusahaan tekstil memerlukan analisis untuk meningkatkan kinerjanya dengan menganlisis laporan keuangannya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan besarnya pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), dan Times Interest Earned Ratio (TIER) terhadap pendapatan per lembar saham (Earning Per Share-EPS) melalui Return on Equity (ROE) pada perusahaan tekstil dan garmen yang listing di BEI periode 2007-2009. Metode pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini secara purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi yang diperoleh dari data sekunder Indonesian Capital Market Directory, laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) karena peneliti ingin melihat pengaruh secara langsung dan tidak langsung hubungan antar variabel.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel debt to equity ratio dan return on equity tidak berpengaruh signifikan terhadap earning per share. Sedangkan variabel debt to equity ratio berpengaruh signifikan negatif terhadap return on equity. Variabel time interest earned ratio tidak berpengaruh terhadap return on equity namun variabel ini berpengaruh signifikan positif terhadap earning per share. Return on equity bukan merupakan variabel mediator maupun moderator karena tidak terdapat pengaruh langsung maupun tidak langsung variabel debt to equity ratio dan time interest earned ratio terhadap earning per share.

Berdasarkan penelitian tersebut saran yang diberikan yaitu: (1) diharapkan perusahaan perlu memperhatikan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi earning per share, (2) dalam melakukan keputusan investasi yang berkaitan dengan maksimalisasi EPS investor perlu memperhatikan leverage keuangan dan pendapatan para emitennya agar mendapatkan keuntungan yang optimal dengan risiko yang minimal, dan (3) lebih mengembangkan penilitian dengan menambah sampel dan mencoba pada kelompok perusahaan lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini dengan periode dan metode yang berbeda.