SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sintesis Silika Aerogel Doping Ion Cu2+ Berbasis Abu Bagasse Menggunakan Metode Sol-gel. Skripsi. J

Alifka Dilia Andifa

Abstrak


ABSTRAK

 

Andifa, A.D. 2017. Sintesis Silika Aerogel Doping Ion Cu2+ Berbasis Abu Bagasse Menggunakan Metode Sol-gel. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nazriati, M.Si., (II) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.Si. 

 

Kata Kunci: Abu bagasse, silika aerogel, tekanan ambien, agen pemodifikasi, doping ion Cu2+

Adanya kandungan silika yang cukup tinggi, abu bagasse yang semula menjadi limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan silika gel. Silika gel diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu silika hidrogel, silika xerogel dan silika aerogel. Dari ketiga jenis silika gel tersebut, silika aerogel memiliki luas permukaan yang lebih besar dikarenakan adanya pemodifikasian pada permukaan untuk dapat dikeringkan melalui pengeringan tekanan ambien. Luas permukaan yang tinggi tersebut dapat digunakan salah satunya sebagai penyangga katalis. Silika aerogel sebagai penyangga katalis disintesis menggunakan metode sol-gel. Metode yang digunakan pada penelitian ini memiliki keunggulan antara lain dibutuhkan biaya relatif terjangkau dan perlakuan relatif sederhana. Tujuan dari penelitian ini untuk mensintesis silika aerogel sebagai penyangga katalis untuk logam aktif berupa Cu menggunakan metode sol-gel.

Sintesis silika aerogel doping ion Cu2+ dilakukan dengan tiga tahap antara lain (1) ekstraksi silika dari abu bagasse berupa natrium silikat kemudian dicampurkan dengan resin penukar kation menghasilkan larutan asam silikat, (2) penambahan larutan Cu(NO3)2 10 ppm dengan variasi volume sebanyak 4 mL, 6 mL, 8 mL, dan 10 mL ke dalam larutan asam silikat selanjutnya ditambahkan agen pemodifikasi berupa TMCS dan HMDS dengan perbandingan 0,03:0,06 membentuk gel yang bersifat hidrofobik, (3) gel yang dihasilkan kemudian di-aging pada suhu kamar selama 18 jam dan dikeringkan dalam oven pada suhu 80°C selama 24 jam, kemudian dilakukan kalsinasi pada suhu 450°C selama 2 jam.

 

Karakterisasi XRF menunjukkan kadar Cu yang terkandung pada silika aerogel semakin tinggi seiring meningkatnya ion Cu2+ yang ditambahkan. Karakteristik silika aerogel hasil sintesis menggunakan FTIR dihasilkan pita serapan pada angka gelombang 1267,23 cm-1 dan 2912,51-2972,31 cm-1, menunjukkan bahwa telah terjadi substitusi atom H pada gugus Si-OH oleh Si-CH3 menjadi Si-O-Si-CH3. Analisis SEM menunjukkan bahwa silika aerogel doping ion Cu2+ memiliki keseragaman bentuk partikel. Luas permukaan yang ditentukan dengan metode adsorpsi metilen biru menunjukkan bahwa luas permukaan meningkat dengan meningkatnya penambahan ion Cu2+.