SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Pengetahuan Metakognitif Peserta Didik Kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Malang pada Materi Asam Basa

Ina Safitri

Abstrak


ABSTRAK

 

Safitri, Ina.2017. Identifikasi Pengetahuan Metakognitif Peserta Didik  Kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Malang pada Materi Asam Basa.Skripsi,Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Parlan, M.Si. (II) Drs Ida Bagus Suryadharma, M.S

 

Kata kunci : pengetahuan metakognitif, pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural, pengetahuan kondisional, asam basa

Substansi ilmu kimia yang kompleks menjadikan hasil belajar kognitif dalam pembelajaran kimia sangat penting. Hasil belajar kimia diharapkan tidak hanya tampak dari menghafal fakta, konsep, teori, atau hukum tetapi juga pemahaman yang mendalam mengenai materi. Namun selama ini hasil belajar yang diharapkan belum tercapai secara optimal terutama pada materi yang kompleks seperti asam basa. Kemampuan metakognisi merupakan aspek penting dalam proses belajar. Kemampuan metakognisi dapat dibagi menjadi dua yaitu pengetahuan metakognitif dan ketrampilan metakognitif. Pengetahuan metakognitif memegang peran penting dalam pengolahan pengetahuan yang dimiliki serta dalam pemecahan masalah. Peserta didik yang memiliki pengetahuan metakognitif yang baik dapat menggunakan informasi yang diketahui dari soal dengan tepat, menyusun strategi penyelesaiannya, serta dapat menjelaskan kapan dan mengapa menggunakan strategi tersebut. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan metakognitif peserta didik yang meliputi pengetahuan deklaratif, pengetahun prosedural, dan pengetahuan kondisional pada materi asam basa.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA H-4 SMA Negeri 5 Malang yang telah mempelajari materi asam basa. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis yang terdiri dari 10 butir soal pilihan ganda yang dikembangkan peneliti disertai tes pengetahuan metakognitif yang diadopsi dari Rompayom (2010). Instrumen valid secara isi dan butir dengan reliabilitas sangat tinggi (0,894). Data dikumpulkan dengan tes. Setelah penskoran, reliabilitas data penelitian diuji dengan metode interrater reliability yang dihitung dengan koefisien Kappa. Hasil pengujian interrater reliability sangat baik (0,87). Hasil tersebut menunjukkan bahwa data penelitian reliabel dan valid.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengetahuan deklaratif 64% peserta didik berada pada kategori sedang, 5% dalam kategori tinggi, dan 31% dalam kategori rendah. Sebesar 61% peserta didik memiliki tingkat pengetahuan prosedural rendah, 27% dalam  kategori sedang, dan 12% dalam kategori tinggi. Pada pengetahuan kondisional, 85% peserta didik dalam kategori rendah, 12% dalam kategori sedang, dan 3% dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan metakognitif peserta didik rendah. Peserta didik  mampu menyebutkan konsep terkait dengan pertanyaan namun belum dapat mendeskripsikannya dengan jelas. Peserta didik belum mampu mendeskripsikan strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah asam basa serta tidak dapat menjelaskan kapan dan mengapa menggunakan strategi tertentu dalam pemecahan masalah asam basa.