SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Asesmen Berpikir Kritis pada Materi Asam Basa untuk Siswa SMA

Dwi Agusningtyas

Abstrak


ABSTRAK

 

Agusningtyas, Dwi. 2017. Pengembangan Instrumen Asesmen Berpikir Kritis pada Materi Asam Basa untuk Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D., (II) M. Muchson, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: kemampuan berpikir kritis, instrumen asesmen, asam basa

Perubahan revolusioner pada abad ke-21 menyebabkan diperlukannya siswa yang memiliki literasi sains. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS), kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi yang dinilai PISA, sehingga dapat dikatakan bahwa berpikir kritis merupakan kegiatan dalam berliterasi sains. Rendahnya literasi sains menyebabkan sains, termasuk kimia menjadi penting. Pada pembelajaran kimia di SMA/MA, siswa dituntut untuk membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi, khususnya berpikir kritis. Berpikir kritis sangat dibutuhkan dalam memahami konsep-konsep sulit kimia, seperti konsep asam basa. Berbagai penelitian mengenai penerapan pendekatan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis sudah banyak diterapkan. Namun, instrumen yang digunakan belum mencerminkan kemampuan berpikir kritis, sehingga masih belum dapat diketahui keefektifan pendekatan pembelajaran tersebut dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Oleh sebab itu, diperlukan instrumen asesmen yang sesuai. Dengan demikian, peneliti bermaksud untuk menghasilkan instrumen asesmen yang dapat mengukur kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada materi asam basa.

Instrumen asesmen berpikir kritis kembangkan dengan memasukkan komponen berpikir kritis sesuai 12 indikator berpikir kritis Ennis untuk memenuhi tuntutan kecakapan abad 21 K13 revisi. Pengembangan instrumen asesmen ini mengikuti model Research & Development (R&D) menurut Borg dan Gall yang hanya sampai tahap ketujuh. Desain uji cobanya meliputi validasi isi dan konstruk dengan menggunakan angket validasi kelayakan tampilan dan isi produk yang divalidasi oleh validator dosen dan guru. Selanjutnya, butir soal pilihan ganda dan esai divalidasi oleh 122 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) program studi S1 Pendidikan Kimia yang sedang menempuh mata kuliah kimia dasar. Data yang diperoleh diolah dengan teknik perhitungan persentase dan teknik analisis butir soal. Teknik analisis butir soal meliputi uji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya beda.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen yang dikembangkan  termasuk dalam kategori sangat layak digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Jumlah butir soal valid yang dihasilkan pada bagian I adalah sebanyak 23 soal pilihan ganda dan 19 butir soal esai. Reliabilitas yang diperoleh untuk soal pilihan ganda adalah 0,614, sedangkan reliabilitas untuk soal esai adalah 0,737. Reliabilitas kedua jenis soal termasuk dalam kategori tinggi.