SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

SINTESIS NANOPARTIKEL MAGNETIT (Fe3O4) SECARA ELEKTROKIMIA DENGAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIK

Halimah Madinatul Islam

Abstrak


ABSTRAK

 

Islam, Halimah Madinatul. 2017. Sintesis Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) secara Elektrokimia dengan Bantuan Gelombang Ultrasonik. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S. Pembimbing (II) Dr. Nazriati, M.Si.

 

Kata-kata kunci: Nanopartikel Magnetit, Elektrokimia, Ultrasonik

Nanopartikel magnetit (Fe3O4) merupakan material magnetik yang memiliki aplikasi luas. Pengembangan nanopartikel magnetit antara lain dilakukan dengan metode elektrokimia, salah satunya melalui elektro-oksidasi besi dalam air. Pada penelitian sebelumnya, tahapan dalam metode tersebut diawali dengan proses elektroplating yang bertujuan mendapatkan lapisan besi murni sebagai prekursor nanopartikel magnetit. Apabila tidak dilakukan elektroplating terlebih dahulu maka oksida besi yang terbentuk pada permukaan anoda tidak dapat dideposisikan sebagai partikel. Diduga proses sintesis nanopartikel magnetit dapat dilakukan tanpa melalui tahapan ini, asalkan oksida besi yang terbentuk di permukaan anoda (pada elektro-oksidasi besi dalam air) dapat dideposisikan sebagai partikel. Untuk membantu mendeposisikan partikel digunakan gelombang ultrasonik. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah mensintesis nanopartikel magnetit dengan cara elektro-oksidasi besi di bawah pengaruh gelombang ultrasonik dan mempelajari pengaruh pH terhadap karakteristik partikel.

Sintesis nanopartikel magnetit dilakukan dengan elektro-oksidasi besi dalam air dengan variasi pH 7-10, produk yang dihasilkan disebut sampel A, B, C, dan D. Rapat arus yang digunakan yaitu 982µA/cm2 dan frekuensi ultrasonik 42kHz selama 4 jam pada suhu kamar. Hasil sintesis kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD untuk mengetahui kristalinitasnya, SEM untuk mengetahui morfologinya, dan  uji adsorbansi menggunakan metilen biru untuk memprediksikan luas permukaannya.

 

Hasil analisis XRD menunjukkan turunnya kristalinitas partikel dari sampel A-D. Hasil analisis SEM menunjukkan nanopartikel magnetit yang dihasilkan bermorfologi sferik (bola) dan masih teraglomerasi dengan ukuran partikel semakin kecil pada sampel A-D. Uji adsorpsi menggunakan metilen biru menunjukkan waktu yang diperlukan untuk proses adsorpsi semakin lama dari sampel A-D dan kapasitas teradsorpsi nanopartikel magnetit terhadap metilen biru semakin menurun.