SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

SURVEI PEMAHAMAN KONSEPTUAL TERMOKIMIA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 PARE MENGGUNAKAN INSTRUMEN TES PILIHAN GANDA

Indah Sayekti

Abstrak


ABSTRAK

 

Sayekti, Indah. 2017. Survei Pemahaman Konseptual Termokimia Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pare Menggunakan Instrumen Tes Pilihan Ganda. Skripsi, jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) M­untholib S. Pd., M. Si., (II) Drs. Dermawan Afandy, M. Pd.

 

Kata kunci:  pemahaman konseptual, miskonsepsi, termokimia

Ilmu kimia merupakan salah satu ilmu sains yang membahas tentang struktur, sifat, dan reaksi-reaksi yang terjadi pada materi. Setiap reaksi mematuhi dua hukum dasar yakni, hukum kekekalan massa dan hukum kekekalan energi. Hukum kekekalan energi secara khusus dibahas dalam termokimia. Pemahaman konseptual termokimia sangat penting bagi siswa karena konsep-konsep termokimia merupakan salah satu prasyarat untuk dapat mempelajari materi kimia lain yang lebih kompleks. Oleh karena itu, perlu dilakukan survei mengenai pemahaman konseptual termokimia siswa agar dapat diketahui sejauh mana pemahaman yang dimiliki siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman konseptual siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pare terhadap materi termokimia dan mengidentifikasi jenis kesalahan konsep siswa.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 1 Pare sebanyak 130 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes survei pemahaman konseptual yang terdiri dari 25 soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban.Analisis statistik menunjukkan bahwa reliabilitas dari instrumen tersebut adalah 0,856.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep-konsep termokimia berkisar antara 32,05% hingga 57,69% dengan pemahaman rata-rata46,78%dan termasuk ke dalam kategori sedang. Rincian rata-rata pemahaman siswa terhadap konsep-konsep materi termokimia adalah sebagai berikut: (1) konsep sistem dan lingkungan sebesar 43,23% dan termasuk ke dalam kategori sedang, (2) konsep kalor sebesar 42,31% dan termasuk ke dalam kategori sedang, (3) konsep eksoterm dan endoterm sebesar 48,08% dan termasuk ke dalam kategori sedang, (4) konsep persamaan termokimia sebesar 46,16% dan termasuk ke dalam kategori sedang, (5) konsep jenis-jenis perubahan entalpi sebesar 32,05% dan termasuk ke dalam kategori rendah, (6) konsep energi ikatan sebesar 52,31% dan termasuk ke dalam kategori sedang, (7) konsep entalpi pembentukan standar sebesar 43,08% dan termasuk ke dalam kategori sedang, (8) konsep hukum Hess sebesar 57,69% dan termasuk ke dalam kategori sedang, dan(9) konsep hemat energi bahan bakar sebesar 56,16% dan termasuk ke dalam kategori sedang. Sedangkan beberapa jenis kesalahan konsep yang ditemukan antara lain: (1) siswa menganggap bahwa yang berperan sebagai sistem hanya larutan yang direaksikan saja, sedangkan hasil reaksi merupakan lingkungan, dan tabung reaksi merupakan batas yang memisahkan antara sistem dan lingkungan, (2) Perpindahan kalor hanya dipengaruhi oleh massa saja, atau oleh temperatur saja, (3) Siswa juga kesulitan menentukan apakah perubahan air menjadi es termasuk ke dalam peristiwa eksotermik atau endotermik, (4) energi diperlukan untuk membentuk suatu ikatan begitupun sebaliknya, (5) energi ikatan pada ikatan tunggal, rangkap dua, dan rangkap tida adalah sama, dan (6) siswa terbalik dalam menggunakan rumus perhitungan ΔH.