SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Perak Asetat dan 1,4-Bis(difenilfosfino)butana dengan Stoikiometri 2:1

Maria Ulfa Supriyanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Supriyanto, M.U. 2017. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Perak Asetat dan1,4-Bis(difenilfosfino)butana dengan Stoikiometri 2 : 1. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Effendy, Ph.D.

(2) Dr. Fariati, M.Sc.

 

Kata-kata kunci: senyawa koordinasi, perak asetat, 1,4-bis(difenilfosfino)butana

Reaksi antara perak pentafluoropropionat (AgC2F5COO) dan1,4-bis(di-

fenilfosfino)butana (dppb) menghasilkan senyawa kompleks dimer molekuler [Ag2(O2CC2F5)2(dppb)]2 dengan geometri trigonal planar terdistorsi di sekitar atom pusatnya. Perak pentafluoropropionat dan perak asetat memiliki perbedaan sifat basa pada anionnya. Ion asetat merupakan basa yang lebih kuat daripada

ion pentafluoropropionat. Oleh karena itu, senyawa kompleks dari perak asetat dengan ligan yang sama kemungkinan menghasilkan senyawa kompleks yang berbeda strukturnya. Senyawa kompleks dari AgCH3COO dan dppb dengan stoikiometri 2 : 1 belum pernah disintesis. Tujuan penelitian ini adalah men-sintesis dan mengkarakterisasi senyawa kompleks dari perak asetat dan dppb dengan stoikiometri 2 : 1.  Struktur yang diperoleh dapat digunakan untuk mengetahui pola koordinasi ion asetat terhadap atom pusat.

Senyawa kompleks disintesis dengan mereaksikan AgCH3COO dan dppb dengan perbandingan mol 2 : 1 dalam pelarut metanol. Senyawa kompleks hasil sintesis dikarakterisasi dengan uji titik lebur, analisis SEM-EDX, uji daya hantar listrik (DHL), dan uji kualitatif ion asetat. Uji titik lebur untuk mengetahui ke-murnian dan kebaruannya. Hasil analisis EDX untuk memperoleh rumus empiris senyawa. Uji DHL dan analisis kualitatif ion asetat untuk menentukan senyawa kompleks bersifat ionik atau molekuler. Berdasarkan hasil karakterisasi, rumus kimia senyawa kompleks dapat ditentukan dan strukturnya dapat diprediksi. Energi bebas dari struktur yang mungkin terbentuk  dihitung dengan program Gaussian 09W. Struktur yang diterima adalah struktur dengan energi bebas terendah.

Reaksi antara AgCH3COO dan dppb dengan stoikiometri 2 : 1 meng-hasilkan kristal-kristal tidak berwarna, berbentuk prisma, dan melebur pada suhu

 

149-150 °C, yang menunjukkan bahwa senyawa tersebut baru dan murni. Hasil analisis EDX memberikan rumus empiris C16H17AgO2P. Hasil uji DHL dan uji kualitatif ion asetat mengindikasikan senyawa kompleks yang diperoleh adalah senyawa molekuler. Berdasarkan hasil karakterisasi, rumus kimia yang memenuhi adalah [Ag2(O2CCH3)2(dppb)]. Kompleks tersebut memiliki tiga kemungkinan struktur yaitu [Ag2(O2CCH3)2(dppb)] dengan geometri trigonal planar, [Ag2(O2C CH3)2(dppb)]2 dengan geometri trigonal planar terdistorsi, dan [Ag2(O2CCH3)2(dp pb)]2 dengan geometri tetrahedral terdistorsi. Struktur tersebut memiliki energi bebas per ikatan berturut-turut sebesar -417, -417, dan -439 kJ/mol. Struktur yang diterima adalah [Ag2(O2CCH3)2(dppb)]2 dengan geometri tetrahedral terdistorsi di sekitar atom pusatnya dan memiliki energi bebas per ikatan terendah. Struktur ini isostruktur dengan [Ag2(O2CCH3)2(dppf)]2