SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills) Siswa pada Materi Hidrolisis Garam Kelas XI SMA

Ririn Iswanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Iswanti, Ririn. 2017.  Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis

Pendekatan Saintifik  untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat

Tinggi (Higher Order Thinking Skills)  Siswa pada Materi Hidrolisis Garam

Kelas XI SMA.  Skripsi, Jurusan  Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)  Dr.  Hj.

Endang Budiasih, M.S., (II) Drs. H. Parlan, M.Si.

Kata kunci: lembar kegiatan siswa (LKS), hidrolisis garam, kemampuan berpikir

tingkat tinggi (HOTS).

Pembelajaran di sekolah masih belum sepenuhnya memfasilitasi siswa

untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran yang ada

masih cenderung menggunakan metode konvensional, masih  menekankan pada

keterampilan berpikir tingkat rendah, dan  cenderung berorientasi pada materi,

sehingga kurang memperhatikan kemampuan bernalar atau berpikir siswa.

Akibatnya, pembelajaran yang ada kurang memfasilitasi siswa untuk

mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau  Higher  Order Thinking

Skills (HOTS).  Selain itu, dalam pembelajaran kimia juga masih ditemukan sekolah

yang menggunakan LKS dari penerbit sehingga kurang mendukung siswa dalam

mengkonstruksi konsep. LKS tersebut juga  kurang sesuai dengan  tujuan

pembelajaran yang hendak  dicapai, dan karakteristik siswa  yang akan

menggunakan LKS.  Tujuan penelitian ini adalah  mengembangkan Lembar

Kegiatan Siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik pada materi hidrolisis garam,

selanjutnya LKS dilakukan validasi untuk mengetahui tingkat kelayakannya. LKS

juga dilakukan uji coba di kelas eksperimen untuk mengetahui keefektifannya

dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi

hidrolisis garam.

Model pengembangan  yang digunakan pada  penelitian ini mengadaptasi

model pengembangan bahan ajar yang dikemukakan oleh  Thiagarajan  (1974),

yakni model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan

disseminate.  Pada penelitian ini tahap  disseminate  hanya dilakukan terbatas pada

satu sekolah. Terhadap LKS hasil pengembangan  dilakukan validasi isi dan

konstruk untuk mengetahui tingkat kevalidan LKS tersebut. Selanjutnya,  LKS yang

telah divalidasi dilakukan uji coba  di kelas eksperimen  untuk  mengetahui

keefektifannya dalam meningkatkan HOTS siswa. Dari hasil validasi isi instrumen

HOTS diperoleh persentase rata-rata sebesar 98,67% dengan kategori sangat valid.

Selain itu, dari hasil uji coba instrumen HOTS  diperoleh rentang nilai validitas butir

soal antara 0,402-0,880  sehingga butir soal dinyatakan valid, dan diperoleh hasil

reliabilitas instrumen sebesar 0,850 untuk soal objektif serta 0,626 untuk soal essay

sehingga butir soal dinyatakan reliabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS hasil pengembangan dinyatakan

valid  dengan persentase rata-rata  yang diperoleh  sebesar 90,5%,  sehingga dapat

digunakan dalam pembelajaran. Dari hasil uji efektivitas LKS, diperoleh skor rata-rata  N-Gain  sebesar 0,72 dengan kriteria peningkatan  termasuk kategori  tinggi,

sehingga dapat dinyatakan bahwa  LKS hasil pengembangan terbukti  efektif

meningkatkan  HOTS  siswa.  Dari hasil perhitungan ketuntasan kelas  diketahui

bahwa sebanyak 25  siswa dari 30 siswa  telah  mencapai KKM pada hasil posttest, dan  diperoleh ketuntasan kelas sebesar 83,33%.  Selain  itu, dari hasil penilaian kepraktisan LKS oleh siswa diperoleh persentase rata-rata sebesar 83,3%, sehingga LKS dapat dinyatakan layak untuk diterapkan dalam pembelajaran.  Berdasarkanhasil tersebut dapat disimpulkan  bahwa LKS hasil pengembangan terbukti efektif meningkatkan HOTS siswa.