SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keterserapan Ion Nikel (II) dan Kadmium (II) dalam Adsorben Kompos TPA Tlekung serta Keterikatannya pada Humat dan Fulvat

Novia Hollida Annisa

Abstrak


ABSTRAK

 

Kompos dapat digunakan sebagai adsorben ion logam. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa kompos dapat mengikat nikel, kadmium, tembaga dan meminimalisir kadar timbal sebesar 87%. Keterserapan ion logam oleh kompos disebabkan oleh kemampuan substansi dalam kompos yang dapat berikatan dengan ion logam. Substansi tersebut dapat berupa lignin, selulosa dan humus. Salah satu kandungan kompos yang dapat berikatan dengan ion logam adalah humus yang terdiri dari humat dan fulvat. Keterlarutan humat dan fulvat dipengaruhi oleh pH sistem. Humat dapat larut dalam suasana basa, fulvat dapat larut dalam semua derajat keasaman. Oleh karena itu diperlukan kajian untuk mengetahui keterserapan ion logam dalam kompos serta pengaruh keterdapatan humat dan fulvat dalam adsorpsi ion logam.

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen laboratoris dengan tahapan sebagai berikut, (1) Preparasi dan karakterisasi kompos TPA Tlekung sebagai adsorben, (2) Penentuan keterserapan ion nikel (II) dan kadmium (II) oleh kompos serta penentuan keterdapatan keduanya pada berbagai variasi pH, (3) Ekstraksi humat dan fulvat serta penentuan kadarnya, (4) Penentuan kadar nikel dan kadmium pada kompos setelah adsorpsi dan (5) Distribusi ion nikel (II) dan kadmium (II) pada fraksi humat dan fulvat serta (6) Desorpsi ion nikel (II) dan kadmium (II) dari kompos setelah adsorpsi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos TPA Tlekung memiliki pH 7,5 dengan kadar air sebesar 36,26%, berwarna coklat tua dan berbau seperti tanah. Kompos TPA Tlekung optimal menyerap ion nikel (II) sebanyak 82,21% dan kadmium (II) sebanyak 82,60% pada sistem adsorpsi di pH 4. Humat dan fulvat terlarut paling rendah berturut-turut sebesar 3,2 mg/g dan 2,56 mg/g dalam sistem adsorpsi dengan adsorbat Ni(NO3)2.6H2O, sedangkan humat dan fulvat memiliki kadar yang sama yaitu 2,24 mg/g dalam sistem adsorpsi dengan adsorbat Cd(NO3)2.4H2O. Distribusi ion nikel (II)  pada humat dan fulvat yaitu 0,286 mg/L dan 0,339 mg/L di pH 4 sedangkan di pH 9 berturut-turut adalah 0,298 mg/L dan 0,333 mg/L, sedangkan ion kadmium (II) pada humat dan fulvat di pH 4 yaitu 0,033 mg/L dan 0,038 mg/L dan di pH 9 0,034 mg/L dan 0,034 mg/L. Kadar logam dalam kompos setelah adsorpsi yaitu 0,04424 mg/g untuk nikel dan 0,00432 mg/g untuk kadmium di pH 4. Desorpsi paling rendah diketahui pada  pH 9 dengan presentase desorpsi sebesar 48,91% untuk nikel dan 26,85% untuk kadmium.