SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Miskonsepsi Siswa Kelas X MIPA SMA Negeri 1 Singosari pada Materi Laju Reaksi dengan Menggunakan Instrumen Diagnostik Two-Tier Multiple Choice

Linda Ayu Lestari

Abstrak


ABSTRAK

 

Lestari, Linda Ayu. 2017. Analisis Miskonsepsi Siswa Kelas X MIPA SMA Negeri 1 Singosari pada Materi Laju Reaksi dengan Menggunakan Instrumen Diagnostik Two-Tier Multiple Choice. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M. S., (II) Dr. Suharti, S. Pd., M. Si.

 

Kata kunci: miskonsepsi, instrumen diagnostik two-tiermultiple choice, laju reaksi

Pembelajaran kimia menuntut siswa untuk dapat memahami konsep-konsep kimia. Pada kenyataannya tidak semua siswa yang mengikuti proses pembelajaran dapat memahami konsep kimia yang dipelajarinya dengan baik, hal ini dapat mengakibatkan miskonsepsi siswa. Salah satu materi kimia yang dianggap sulit oleh siswa yaitu materi laju reaksi.Pemahaman yang salah (miskonsepsi) terhadap suatu konsep menyebabkan kesulitan dalam mempelajari konsep-konsep selanjutnya.Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi miskonsepsi, menentukan persentase miskonsepsi pada materi laju reaksi, dan menentukan penyebab terjadinya miskonsepsi.

Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu kelas X MIPAA SMA Negeri 1 Singosari yang terdiri dari 35 siswa.Data dikumpulkan melalui tes diagnostiktwo-tier multiple choice dan hasil wawancara. Instrumen tes yang digunakan berjumlah 30butir soal, yang terdiri dari 29 butir soal valid. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mengelompokkan setiap siswa yang menjawab konsisten salah pada pilihan jawaban dan alasan lalu dipersentasikanpada setiap konsep dalam materi laju reaksi. Hasil analisis miskonsepsi siswa yang diperoleh didukung dengan hasil wawancara.

 

Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa kelas X MIPA A SMA Negeri 1 Singosari mengalami miskonsepsi pada konsep (1) ungkapan laju reaksi sebesar 22,9%, (2) orde reaksi sebesar 34,3%, (3) faktor konsentrasi terhadap laju reaksi sebesar 25,7%, (4) faktor luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi sebesar 51,4%, (5) faktor suhu terhadap laju reaksi sebesar 28,6%, (6) faktor penambahan katalis terhadap laju reaksi sebesar 28,6% dan 25,7%, dan (7) persamaan laju reaksi sebesar 20%. Penyebab terjadinya miskonsepsi yaitu penalaran siswa, teman sejawat, buku, dan metode pembelajaran yang digunakan.