SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Ikatan Kimia Digital Berbasis Learning Cycle 5 Fase

alisya Rohma

Abstrak


ABSTRAK

 

ABSTRAK Rohma, Alisya. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Ikatan Kimia Digital Berbasis Learning Cycle 5 Fase. Skripsi,. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Parlan, M.Si.

Kata kunci : bahan ajar digital, ikatan kimia, learning cycle 5 fase, model 4-D Ikatan kimia merupakan salah satu materi yang ada dalam kurikulum SMA kelas X. Ikatan kimia mengkaji gaya atau energi yang menahan atom-atom agar tetap bersama dalam senyawa kimia. Sebagian besar tingkat pemahaman siswa pada materi ikatan kimia cukup rendah sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Rendahnya hasil belajar materi ikatan kimia dapat disebabkan oleh (1) sebagian besar konsep materi ikatan kimia bersifat abstrak (2) kurangnya keterlibatan siswa dalam mengkonstruk konsep secara mandiri, siswa cenderung pasif dan menghafal, serta (3) kurangnya variasi bahan ajar. Salah satu upaya untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam mengkonstruk konsep secara mandiri adalah dengan menerapkan pembelajaran yang menitikberatkan pada keaktifan berpikir siswa. Salah satu model pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa adalah learning cycle 5 fase. Dalam mempelajari materi ikatan kimia siswa dituntut untuk memahami tiga representasi kimia yaitu makroskopik, submiskroskopik dan simbolik. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang mampu memvisualisasikan ketiga representasi kimia. Bahan ajar yang mampu memvisualisasikan ketiga karakteristik kimia salah satunya adalah bahan ajar digital. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar ikatan kimia digital berbasis learning cycle 5 fase yang valid dan layak. Pengembangan bahan ajar ikatan kimia digital berbasis learning cycle 5 fase menggunakan Four-D Model (4D Model) yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Tahap-tahap yang dilakukan dalam model 4-D ini, yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate), tetapi pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahap pengembangan. Penilaian terhadap produk pengembangan dilakukan melalui validasi dan uji coba kelompok kecil. Validasi bahan ajar digital dilakukan oleh 1 orang dosen kimia yang merupakan ahli pembelajaran kimia, dan ahli materi serta 1 orang guru mata pelajaran kimia sebagai ahli lapangan. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 15 orang siswa SMA kelas X MIA 3 di SMA Negeri 1 Kepanjen. Data hasil penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian pengembangan ini berupa bahan ajar ikatan kimia digital berbasis learning cycle 5 fase. Hasil validasi yang diperoleh dari aspek pembelajaran sebesar 86,91%, dari aspek materi (isi) sebesar 92,04 %, dan dari ahli lapangan sebesar 89,57%. Secara umum persentase rata-rata kelayakan bahan ajar ikatan kimia digital berbasis Learning Cycle 5 fase sebesar 89,50%. Pada uji coba kelompok kecil, bahan ajar digital yang telah dikembangkan memperoleh skor penilaian rata-rata 87,01% yang memenuhi kriteria kelayakan sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran maupun secara mandiri oleh siswa.