SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Hidrolisis Garam Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Siswa Kelas XI SMA/MA

Sandra Putri Karina

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata kunci: pengembangan, modul, inkuiri terbimbing,       hidrolisis garam

 Hidrolisis garam adalah materi kimia yang mengandung konsep berurutan, aplikasi matematik, dan banyak membutuhkan prasyarat. Untuk dapat memahami materi hidrolisis garam dengan baik, siswa dituntut untuk memiliki kemampuan prasyarat antara lain menguasai konsep asam basa, kekuatan asam, reaksi penggaraman, reaksi ionisasi, kesetimbangan kimia, dan kesetimbangan air. Berdasarkan hasil observasi di SMA Brawijaya Smart School Malang terdapat beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran kimia yaitu: (1) Siswa tidak memiliki pegangan buku teks kimia sehingga siswa tidak mempunyai sumber belajar mandiri; (2) Jumlah buku kimia yang ada di perpustakaan terbatas; dan (3) Buku teks kimia yang ada masih bersifat deskriptif sehingga tidak ada proses perolehan konsep oleh siswa. Dengan melihat kenyataan tersebut, perlu dikembangkannya sumber belajar bagi siswa. Sumber belajar yang dikembangkan berupa modul agar dapat digunakan pada saat proses pembelajaran di kelas maupun untuk belajar mandiri di luar jam pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan yaitu menghasilkan modul hidrolisis garam berbasis inkuiri terbimbing untuk siswa kelas XI SMA/MA.

Model pengembangan modul ini mengadaptasi model pengembangan 4D (four D) Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) Define (Pembatasan); (2) Design (Merancang); (3) Develop (Pengembangan) dan (4) Disseminate (Penyebaran). Pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap develop (pengembangan) karena keterbatasan waktu. Data yang diperoleh dari hasil validasi berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari angket penilaian untuk mengetahui kelayakan modul yang dikembangkan. Data kualitatif diperoleh dari komentar dan saran validator untuk perbaikan modul ini.

 

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh persentase hasil validasi isi oleh validator sebesar 87,00% dan hasil uji keterbacaan siswa sebesar 81,64%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul hidrolisis garam berbasis inkuiri terbimbing ini telah memenuhi kriteria sangat valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.