SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Nikel(II) Klorida dengan Ion Tiosianat dan Ligan8-Hidroksikuinolina

Tuti Susanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Susanti, T. 2014. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Nikel(II) Klorida dengan Ion Tiosianat dan Ligan 8-Hidroksikuinolina. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D, (II) Neena Zakia S.Si, M.Si.

 

Kata-kata kunci:sintesis, karakterisasi, senyawa kompleks, Nikel(II) klorida, ion tiosianat, 8-hidroksikuinolina.

Ion tiosianat dapat bertindak sebagai ligan monodentat dengan mendonorkan pasangan elektron bebas pada atom N atau S. Ion tiosianat dapat juga berlaku sebagai ligan jembatan dengan atom donor N dan S. Pada senyawa kompleks [Ni(L)(SCN) 2]{L = 1,3-bis(2pyridylmethylthio)propane}, ion tiosianat berlaku sebagai ligan monodentat dengan atom donor N. Pada senyawa kompleks [Cu(NCS)(µ-NCS)(Hmtpo)(H2O)]2{Hmtpo = 4H,7H-5-metil-7-okso[1,2,4]triazolo[1,5-a]pirimidina}, ion tiosianat berlaku sebagai ligan jembatan. Senyawa kompleks dari nikel(II) klorida dengan ion tiosianat dan 8-hidroksikuinolina (oksina) belum pernah dilaporkan. Sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks dari nikel(II) klorida dengan ion tiosianat dan oksina dapat digunakan untuk mengetahui pola koordinasi dari ligan tiosianat pada senyawa kompleks yang diperoleh.

Sintesis senyawa kompleks dilakukan dengan mereaksikan Nikel(II) klorida dengan ligan 8-hidroksikuinolina dan KSCN pada perbandingan mol 1 : 2 : 2 dalam pelarut metanol. Senyawa kompleks yang diperoleh diuji titik leburnya untuk mengetahui kemurnian, kebaruan, dan kestabilan termalnya. Uji Daya Hantar Listrik (DHL) dan uji kualitatif ion tiosianat digunakan untuk mengetahui jenis senyawa kompleks ionik, atau molekuler. Analisis FT-IR digunakan untuk mengetahui gugus fungsi dalam senyawa kompleks. Analisis EDX (Energy Dispersive X-Ray) digunakan untuk mengetahui persentase atom dari senyawa kompleks sehingga dapat diketahui rumus empiriknya. Hasil pengujian digunakan untuk meramalkan rumus molekul senyawa komplek beserta kemungkinan strukturnya. Beberapa kemungkinan struktur tersebut dihitung energi bebasnya dengan program Spartan’10.V1.1.0. Struktur senyawa kompleks yang memenuhi adalah dengan energi bebas yang paling rendah.

Senyawa kompleks yang dihasilkan berupa kristal-kristal berbentuk kubus dengan warna hijau tua dan terdekomposisi pada temperatur lebih dari 300oC yang menunjukkan bahwa senyawa tersebut murni, dan stabil. Data hasil uji DHL dan uji kualitatif ion tiosianat menunjukkan bahwa senyawa tersebut merupakan senyawa molekuler. Hasil analisis IR menunjukkan adanya ikatan O-H, C=N dan C≡N. Ion tiosianat yang terikat pada atom pusat melalui atom donor N dapat diidentifikasi dari vibrasi 2108,20 cm-1.  Hilangnya pelebaran pita absorbsi dari ikatan hidrogen intermolekuler antara molekul-molekul oksina menunjukkan terbentuknya ikatan antara Ni dan O dari ligan oksina. Ikatan Ni-O hanya terjadi apabila atom nitrogen dari ligan 8-hidroksikuinolina juga berikatan dengan Ni sehingga senyawa yang terjadi merupakan senyawa kompleks sepit dengan anggota lima atom. Hasil analisis EDX memberikan rumus empiris C20H12N4NiO2S2. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa senyawa kompleks tersebut merupakan senyawa kompleks sepit molekuler dengan rumus kimia [Ni(C9H7NO)2(NCS)2]. Senyawa tersebut memiliki struktur oktahedral dengan kemungkinan isomer cis- atau trans-. Energi bebas dari isomer cis- sebesar -146,6175 kJ/mol dan isomer trans- sebesar -970,8086 kJ/mol. Isomer trans- lebih stabil dibandingkan isomer cis-. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa senyawa kompleks yang diperoleh adalah trans-[Ni(C9H7NO-N,O)2(NCS)2].