SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

SINTESIS, KARAKTERISASI NANOKOMPOSIT Ag-Fe3O4 DAN UJI AWAL POTENSINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI

Sefin Nur Aisyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Aisyah, SefinNur. 2017.Sintesis, Karakterisasi Ag-Fe3O4 dan Uji Awal Potensinya sebagai Antibakteri. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S.(2) Dr. Nazriati, M.Si.

 

Kata Kunci: nanokomposit, Ag-Fe3O4,template, PEG 6000, antibakteri

Salah satu nanopartikel yang dikembangkan saat ini adalah magnetit. Nanopartikel magnetit memiliki kemagnetan yang kuat dan luas permukaan yang cukup besar. Berdasarkan sifat tersebut, nanopartikel magnetit dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, diantaranya sebagai adsorben dan dalam bidang biomedis sebagai agen magnetis pada biomolecule separation, drug delivery system, hyperthermia theraphy. Aplikasi nanopartikel magnetit dapat dikembangkan sebagai antibakteri apabila dikompositkan dengan logam, salah satunya dengan perak. Nanokomposit perak magnetit (Ag-Fe3O4) dapat disintesis denganmenggunakan metode reduksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengkompositan magnetit dengan perak secara reduksi adalah luas permukaan magnetit, karena proses sintesis nanokomposit diawali dengan adsorpsi Ag+ pada permukaan magnetit. Dengan meningkatnya luas permukaan magnetit, maka kapasitas adsorpsi terhadap Ag+ semakin meningkat. Luas permukaan magnetit dapat ditingkatkan dengan penambahan PEG 6000 pada proses sintesis yang berfungsi sebagai template yang dapat membuka pori-pori magnetit yang mengakibatkan luas permukaannya semakin besar. Penggunaan PEG sebagai template magnetit juga dapat mencegah aglomerasi magnetit serta meningkatkan monodispersitas partikel sehingga meningkatkan luas permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mensintesis dan mengkarakterisasi nanokomposit Ag-Fe3O4, (2) melakukan uji awal potensi nanokomposit hasil sintesis sebagai antibakteri.

Penelitian ini secara garis besar dilakukan melalui 2 tahap, yaitu: (1) Sintesis Fe3O4 tanpa template PEG 6000 disimbolkan Fe3O4 (A) dan Fe3O4 dengan template PEG 6000 disimbolkan Fe3O4 (B), diikuti dengan karakterisasi XRD, FT-IR, dan BET, (2) Sintesis nanokomposit Ag-Fe3O4 dari Fe3O4 hasil sintesis dan reduksi AgNO3, diikuti karakterisasi XRD, XRF, SEM, dan uji potensinya sebagai antibakteri.

Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu adalah: (1) Fe3O4(A) dan Fe3O4(B) telah berhasil disintesis yang dibuktikan dengan munculnya puncak khas magnetit pada difraktogram XRD dan spektrum FT-IR. Berdasarkan hasil analisis BET, luas permukaan Fe3O4 dengan template PEG lebih besar daripada tanpa template PEG, (2) nanokomposit Ag-Fe3O4 berhasil disintesis yang dibuktikan dengan munculnya puncak-puncak khas magnetit dan perak pada difraktogram XRD. Berdasarkan gambar SEM, nanokomposit Ag-Fe3O4 (B) lebih seragam ukuran partikelnya daripada nanokomposit Ag-Fe3O4 (A). Berdasarkan data XRF, persentase Ag dalam nanokomposit Ag-Fe3O4 (B) lebih besar daripada dalam nanokomposit Ag-Fe3O4 (A), sehingga daya hambatnya terhadap pertumbuhan bakteri juga lebih besar.