SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada Materi Larutan Penyangga dengan Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat

putri puji utami

Abstrak


ABSTRAK

 

Utami, Putri Puji. 2017. Identifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada Materi Larutan Penyangga dengan Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nazriati, M.Si dan (2) Muntholib, S.Pd., M.Si.

 

Kata Kunci: miskonsepsi, larutan penyangga, tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat.

Larutan penyangga merupakan materi yang sangat penting dalam ilmu kimia, materi ini merupakan prasyarat dalam belajar kimia lanjut. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap konsep-konsep materi larutan penyangga tergolong rendah. Hal ini dikarenakan siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi larutan penyangga, yang dapat memicu terjadinya miskonsepsi. Miskonsepsi dapat disebabkan oleh cara belajar siswa dan metode pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menentukan persentase miskonsepsi konsep-konsep materi larutan penyangga pada siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan agar ditemukan metode dan strategi yang tepat untuk mencegah terjadinya miskonsepsi.

Jenis penelitian yang digunakan untuk identifikasi miskonsepsi pada materi larutan penyangga yaitu survei dengan metode kuantitatif yang terdiri dari 68 siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan. Langkah-langkah dalam penelitian ini, yaitu (1) mengkaji literatur, (2) menyusun instrumen, (3), mengumpulkan data, (4) analisis data, dan (5) menarik kesimpulan. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 30 butir soal. Hasil analisis butir soal menggunakan SPSS 16 for Windows diketahui bahwa tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki kriteria reliabilitas yang sangat tinggi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,941. Persentase miskonsepsi siswa ditentukan berdasarkan konsistensi jawaban siswa untuk setiap indikator soal serumpun materi larutan penyangga.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 miskonsepsi yang teridentifikasi pada konsep  dan  dan yang menonjol yaitu mengenai hubungan  yang terkait dengan pH; 2 miskonsepsi pada konsep sifat larutan penyangga dan miskonsepsi yang menonjol adalah pH larutan penyangga netral, yaitu (pH=7); 2 miskonsepsi pada konsep komposisi larutan penyangga dan yang menonjol mengenai komposisi larutan penyangga yang terkait dengan ionisasi dalam larutan; 3 miskonsepsi konsep pengaruh penambahan ion senama pada larutan penyangga yang menonjol mengenai prinsip kerja larutan penyangga asam saat ditambahkan asam kuat; 3 miskonsepsi pada konsep pH larutan penyangga yang menonjol mengenai perhitungan pH larutan penyangga dengan rumus yang tepat; 2 miskonsepsi pada konsep kapasitas larutan dan yang menonjol mengenai penambahan asam kuat/ basa kuat hingga melebihi kapasitas; 1 miskonsepsi pada konsep fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup; dan 3 miskonsepsi pada pembuatan larutan penyangga dan yang menonjol yaitu cara pembuatan larutan penyangga terkait dengan perbandingan mol komponennya.