SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakterisasi Paduan Karagenan-Xhantan gum dan Aplikasinya sebagai Matriks Sediaan Lepas Lambat Kalium Diklofenak

Binti Nafingatul Khusna

Abstrak


ABSTRAK

 

Khusna, Binti Nafingatul. 2017. Karakterisasi Paduan Karagenan-Xhantan gum danAplikasinya sebagai Matriks Sediaan Lepas Lambat Kalium diklofenak.Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Irma Kartika K, M.Si., (II) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si.

 

Kata Kunci: Karagenan, xhantan gum, hidrogel, sediaan lepas lambat, kaliumdiklofenak

Karagenan merupakan hasil ekstraksi rumput laut dengan larutan alkali. Karagenan banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri misalnya industri pangan, industri kosmetik, dan industri farmasi. Dalam industri farmasi karagenan digunakan sebagai matriks obat lepas lambat, namun karagenan sebagai matriks kurang mampu menghambat pelepasan obat sehingga perlu dikombinasi dengan matriks lain misalnya xhantan gum. Xhantan gum adalah polimer alami yang memiliki viskositas tinggi dan daya rekat yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik fisikokimia paduan karagenan-xhantan gum pada berbagai variasi komposisi perbandingan dan mengetahui kemampuan paduan karagenan-xhantan gum sebagai matriks sediaan lepas lambat kalium diklofenak. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap. Tahap (1) uji karakterisasi paduan karagenan-xhantan gum yang meliputi: uji kadar air, uji kemampuan swelling, dan uji FTIR, tahap (2) uji karakterisasi paduan karagenanxhantan gum sebagai matriks sediaan lepas lambat kalium diklofenak yang meliputi: uji kadar air, uji kekerasan, uji kerapuhan, uji kemampuan swelling dan in vitro

release. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air karagenan 16,58% dan xhantan gum 14,33%. Paduan karagenan dengan kandungan karagenan yang lebih banyak memiliki kadar air lebih tinggi. Kemampuan swelling pada paduan karagenan-xhantan gum lebih tinggi dibandingkan dengan karagenan atau xhantan gum saja. Pada aplikasi paduan karagenan-xhantan gum sebagai matriks sediaan lepas lambat dengan komposisi F1 (karagenan:mikrokristalin selulosa, 1:5,15), F2 (xhantan gum:mikrokristalin selulosa, 1:5,15), F3 (karagenan:xhantan gum:mikrokristalin selulosa, 2,25:1:5,15), F4 (karagenan:xhantan gum:mikrokristalin selulosa, 1,17:1: 5,15), F5 (karagenan:xhantan gum, 5,15:1), F6 (karagenan:xhantan gum, 7:1), dan F7 (karagenan:xhantan gum, 4:1) memiliki berat 200 mg menghasilkan tablet dengan diameter 3,19-3,63 mm, tebal 9,00-9,04, kekerasan tablet 5,303-6,424 kg, dan kerapuhan kurang dari 0,8%. F1, F3, dan F4 mengembang dalam waktu yang singkat, sedangkan F2, F5, F6, dan F7 mengembang terjadi secara perlahan. Uji in vitro release dilakukan pada F2 dan F7. Pada F2 obat yang terdisolusi meningkat dari menit 0 hingga menit ke720 sedangkan pada F7 konsentrasi obat yang terdisolusi meningkat hingga menit ke 480 seterusnya turun secara keseluruhan. F7 merupakan formulasi yang paling sesuai untuk dikembangkan sebagai matriks sediaan lepas lambat kalium diklofenak.