SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Pemahaman Konseptual dan Algoritmik Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Ponorogo pada Materi Larutan Penyangga

indah setyaningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Setyaningrum, Indah. 2017. Identifikasi Pemahaman Konseptual dan Algoritmik Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Ponorogo pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S., (2) Drs. H. Parlan, M.Si.

 

Kata kunci : pemahaman algoritmik, pemahaman konseptual, larutan penyangga

Ilmu kimia mencakup dua aspek pemahaman yaitu pemahaman konseptual dan algoritmik. Salah satu materi kimia yang mencakup kedua aspek pemahaman tersebut adalah larutan penyangga. Kenyataannya, kegiatan dan evaluasi pembelajaran materi larutan penyangga lebih menekankan aspek algoritmik dibandingkan konseptual. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengidentifikasi tingkat pemahaman konseptual siswa pada materi larutan penyangga, (2) mengetahui kesalahan pemahaman konseptual siswa pada materi larutan penyangga, (3) mengidentifikasi tingkat pemahaman algoritmik siswa pada materi larutan penyangga, (4) mengetahui kesalahan pemahaman algoritmik siswa pada materi larutan penyangga, dan (5) mengetahui hubungan antara pemahaman konseptual dan algoritmik pada materi larutan penyangga.

Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 2 Ponorogo terdiri dari  6 kelas. Sampel penelitian adalah kelas XI MIPA 5 dan XI MIPA 6 yang dipilih berdasarkan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda dengan alasan terbuka yang terdiri dari 10 soal konseptual dan 10 soal algoritmik. Berdasarkan hasil uji coba instrumen diperoleh validitas isi sebesar 86,4% dan koefisien reliabilitas sebesar 0,684 yang tergolong tinggi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menghitung persentase pemahaman konseptual dan algoritmik. Kemudian melakukan uji korelasi Pearson dengan signifikansi 0,05.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat pemahaman konseptual siswa pada materi larutan penyangga tergolong sangat rendah (18%); (2) kesalahan pemahaman konseptual yang paling banyak dialami siswa pada materi larutan penyangga yaitu siswa menganggap pada penambahan sedikit basa kuat ke dalam penyangga asam, secara submikroskopik tidak terjadi reaksi antara basa kuat dengan komponen penyangga; (3) tingkat pemahaman algoritmik siswa pada materi larutan penyangga tergolong rendah (25%); (4) kesalahan pemahaman algoritmik yang paling banyak dialami siswa pada materi larutan penyangga adalah siswa menganggap bahwa larutan penyangga asam terbuat dari asam lemah dan garam yang tidak mengandung basa konjugasinya dengan perbandingan mol  1 : 1; dan (5) terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik siswa pada materi larutan penyangga dengan koefisien korelasi 0,433.