SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Laju Reaksi Digital Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Laju Reaksi untuk Kelas XI SMA/MA

yunisa rosiyanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Rosiyanto, Yunisa. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Laju Reaksi Digital Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Laju Reaksi untuk Kelas XI SMA/MA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si (2) Dr. Siti Marfu’ah, M.S.

 

Kata Kunci: bahan ajar digital, inkuiri terbimbing, laju reaksi

Ilmu kimia memiliki karakteristik yaitu mengajak peserta didik untuk belajar layaknya kimiawan belajar, maka dalam proses membelajarkan kimia digunakan pendekatan yang mendukung kegiatan pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dipandang sesuai dengan karakteristik ilmu kimia dan karakteristik kurikulum 2013 adalah inkuiri terbimbing. Dalam suatu kegiatan pembelajaran, khususnya mata pelajaran kimia diperlukan adanya sumber belajar. Dalam mata pelajaran kimia banyak sekali terdapat konsep, salah satunya pada materi laju reaksi. Banyaknya kesulitan peserta didik dalam belajar materi laju reaksi perlu segera diatasi dan ditemukan solusinya. Materi laju reaksi memuat tiga representasi kimia di dalamnya, yaitu aspek makroskopik, submikroskopik dam simbolik. Buku-buku ajar yang digunakan selama ini adalah bahan ajar cetak penjelasan yang diberikan terbatas pada teks dan gambar. Oleh karena itu, bahan ajar yang dikembangkan dapat mencakup audio, video, dan animasi didalamnya yaitu dengan menggunakan bahan ajar digital. Bahan ajar digital ini dapat mengkonstruk cara berpikir peserta didik yang benar dengan tahapan inkuiri terbimbing didalamnya. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan produk bahan ajar laju reaksi digital berbasis inkuiri terbimbing yang valid dan layak.

Model penelitian yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar digital ini adalah model 4-D yang meliputi 4 tahap, yaitu define, design, develop, disseminate. Namun, pada pengembangan ini tahap disseminate tidak dilakukan karena keterbatasan biaya. Instrumen validasi berupa angket dengan skala likert. Uji validasi yang dilakukan oleh dosen kimia dan guru SMA yaitu menvalidasi isi media dan isi materi. Uji coba kelompok kecil dilakukan kepada 10 peserta didik kelas XI SMA melalui angket.

Bahan ajar yang dikembangkan terdiri dari empat bagian pokok, yaitu bagian pra-pendahuluan, bagian pendahuluan, bagian  isi dan bagian penutup. Hasil analisis data uji validasi isi materi, diperoleh presentase sebesar 100% dengan kriteria layak dan uji validasi media diperoleh presentase sebesar 99,16% dengan kriteria layak. Sedangkan uji coba kelompok kecil diperoleh kriteria layak dengan presentase sebesar 86,8%. Bahan ajar digital dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar mandiri bagi peserta didik maupun membantu guru dalam pembelajaran. Saran untuk pengembangan lebih lanjut adalah dapat mengembangkan bahan ajar digital yang dapat dioperasikan pada android dan menguji efektivitas dari bahan ajar digital dalam proses pembelajaran dikelas dengan mengguanakan strategi dan model pembelajaran tertentu.               

 

ABSTRACT

 

Rosiyanto, Yunisa. 2017. Development of Reaction Rate Digital Learning Material Based on Guided Inquiry for XI Grade of Senior High School. Thesis, Chemistry Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Supervisors: (1) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si., (2) Dr. Siti Marfu'ah, M.S.

 

Keywords: digital teaching materials, guided inquiry, reaction rate

Chemistry has the characteristics of inviting learners to learn like chemists learn, then in learning the process of chemistry, it is used approach that supports learning activities. One of the approach which is considered in accordance with the characteristics of chemistry and the characteristics of the 2013 curriculum is guided inquiry. In a learning activity, especially the subject of chemistry required the source of learning. In many chemistry subjects there are concepts, one of them on the matter of reaction rate. The number of students' difficulties in learning the material reaction rate needs to be addressed and found the solution. Reaction rate material contains three chemical representations in it, namely macroscopic, submicroscopic and symbolic aspects. The textbooks used so far are printed explanatory textual materials that are limited to text and images. Therefore, developed teaching materials could include audio, video, and animation in it that is by using digital teaching materials. These digital teaching materials can construct the way learners think with guided inquiry stages. The purpose of this development is to produce a reliable and feasible reliable and valid inkjet based on instructional learning material.

The research model used in the development of digital teaching materials is 4-D model which includes 4 stages, define, design, develop, disseminate. However, in the development of this stage disseminate has not done because of cost constraints. The validation instrument is a questionnaire with Likert scale. Validation test conducted by chemistry lecturer and high school teacher that is validate the contents of media and content of material. Small group trials were conducted for 10 high school students in the class XI through questionnaires.

The developed teaching material consists of four main parts, namely pre-preliminary, preliminary, content and closing parts. The result of data analysis of content validation test, obtained percentage of 100% with decent criteria and media validation test obtained percentage of 99.16% with decent criteria. While small group trials obtained decent criteria with a percentage of 86.8%. Digital teaching materials can be utilized as independent learning resources for learners and assist teachers in learning. Suggestions for further development are able to develop digital instructional materials that can be operated on android and test the effectiveness of digital teaching materials in the learning process in class by using specific learning strategies and models.