SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Kurikulum 2013 Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Sifat Koligatif Larutan untuk Siswa Kelas XII SMA

Daniar Dinastiti

Abstrak


ABSTRAK

Dinastiti, Daniar. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Kurikulum 2013 Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Sifat Koligatif Larutan untuk Siswa Kelas XII SMA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Siti Marfu’ah, M.S, (II) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D.

Kata Kunci : bahan ajar, inkuiri terbimbing, sifat koligatif larutan

Kurikulum 2013 menekankan pada pembentukan kompetensi dan karakter siswa. Proses pembelajaran di kelas pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik ini dapat membantu siswa untuk lebih memahami pelajaran terutama mata pelajaran rumpun sains. Salah satu mata pelajaran rumpun sains adalah kimia. Banyak siswa mengeluhkan kurang dapat memahami materi kimia, misalnya pada materi sifat koligatif larutan. Hal ini disebabkan bahan ajar yang digunakan masih menjelaskan secara deskriptif, diikuti rumus-rumus serta contoh soal. Bahan ajar yang beredar juga kurang sesuai dengan Kurikulum 2013. Selain itu ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013 jumlahnya masih terbatas. Siswa membutuhkan bahan ajar yang dapat membantu mereka membangun pengetahuan. Salah satunya dengan menggunakan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing. Langkah-langkah dalam inkuiri terbimbing dapat membantu siswa untuk membangun pemahaman mereka. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang sesuai kebutuhan siswa dan tuntutan Kurikulum 2013.

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah Four-D Model (Model 4D) Thiagarajan, dkk (1974). Model Four-D Model (Model 4D) terdiri dari empat tahap yaitu tahap define (membatasi), design (merancang), develop (mengembangkan), dan disseminate (menyebarkan). Pengembangan bahan ajar hanya dilakukan pada tahap define (membatasi), design (merancang), develop (mengembangkan). Tahap disseminate (menyebarkan) tidak dilakukan. Bahan ajar yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku guru. Bahan ajar yang dikembangkan diuji kelayakannya oleh validator yang terdiri dari satu dosen kimia dan dua guru kimia SMA. Selain itu juga dilakukan uji keterbacaan pada siswa. Bahan ajar termasuk dalam kategori layak iika skor hasil validasi lebih besar dari 61%.

Data validasi yang diperoleh yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa komentar dan saran dari validator. Data kuantitatif berupa nilai rata-rata angket dari validator dan hasil uji keterbacaan. Hasil validasi untuk buku siswa dan buku guru yang dilakukan oleh tiga validator menghasilkan nilai rata-rata masing-masing 84,08% dan 84,81%. Hasil uji keterbacaan oleh 15 siswa kelas 15 MIA 7 SMAN 1 Malang memiliki rata-rata sebesar 81,44%. Mengacu pada kriteria kelayakan oleh Riduawan (2007:15) ketiga skor tersebut termasuk dalam kategori sangat layak digunakan pada kegiatan pembelajaran.