SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Hasil Belajar kognitif Siswa Kelas XI MIA MAN 1 Malang yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Kolaboratif dan Inkuiri Terbimbing Non-Kolaboratif pada Materi Larutan Penyangga (Buffer)

mentari arie dian safitri

Abstrak


ABSTRAK

Safitri, Mentari, A. D. 2017. Perbedaan Hasil Belajar kognitif Siswa Kelas XI MIA MAN 1 Malang yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Kolaboratif dan Inkuiri Terbimbing Non-Kolaboratif pada Materi Larutan Penyangga (Buffer). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Drs Ridwan Joharmawan, M.Si, (II) Drs. Sodiq Ibnu, M.Si.

Kata Kunci : Inkuiri Terbimbing, Kolaboratif, Hasil Belajar, Larutan Penyangga (Buffer)

Larutan penyangga memuat konsep-konsep yang pada umunya sulit dipahami oleh siswa. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, inkuiri terbimbing dapat memberikan pengaruh terhadap hasil belajar kognitif pada materi Larutan Penyangga. Keterbatasan pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu siswa membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pembelajaran sedangkan waktu guru terbatas. Selain itu kemampuan siswa dalam memahami materi berbeda. Kekurangan tersebut dapat diatasi dengan penerapan pembelajaran kolaboratif. Pada pembelajaran kolaboratif, diawali dengan kegiatan individu, kemudian kegiatan kelompok dan dilanjutkan dengan kegiatan individu kembali. Kolaborasi antara siswa memungkinkan siswa berinteraksi dengan kelompoknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membedakan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dan inkuiri terbimbing kolaboratif pada materi Larutan Penyangga (Buffer).

Penelitian ini menggunakan rencana penelitian eksperimental semu (quasy experimental design). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MAN 1 Malang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara cluster random sampling. Pada kelas kontrol dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing, sedangkan di kelas ekperimen dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing kolaboratif. Instrumen yang digunakan adalah instrumen perlakukan berupa silabus, RPP, dan tes kemampuan kognitif sebanyak 30 butir soal dengan reliabilitias 0,769. Pada penelitian ini diperoleh data lembar keterlaksanaan proses pembelajaran dan hasil belajar kognitif yang dianalisis statistik kuantitatif berupa uji-t pada signifikasi 0,05.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan inkuiri terbimbing kolaboratif pada materi Larutan Penyangga. Siswa yang dibelajarkan dengan model inkuri terbimbing kolaboratif memperoleh rata-rata hasil belajar sebesar 71,91, sedangkan siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing memperoleh hasil belajar sebesar 64,76.