SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Materi Larutan Elektrolit dan non-Elektrolit Kelas X Menggunakan Pendekatan Saintifik dengan Merepresentasikan Mikroskopik

Dian Putri Novitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Novitasari, Dian Putri. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Materi Larutan Elektrolit dan non-Elektrolit Kelas X Menggunakan Pendekatan Saintifik dengan Merepresentasikan Mikroskopik. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Herunata, S.Pd., M.Pd. sebagai dosen pembimbing 1 dan (2) Drs. Muhammad Suaidy, M.Pd. untuk dosen pembimbing 2

 

Kata kunci: bahan ajar, pendekatan saintifik, larutan elektrolit dan non-elektrolit, dan mikroskopik.

Kurikulum 2013 yang sudah disiapkan pemerintah ini pendekatan saintifik sebagai pendekatan pembelajaran. Pendekatan saintifik (Scientific Approach) yang digunakan dalam kurikulum 2013 menggunakan metode saintifik (ScientificMethod) yang di rumuskan sebagai 5M atau lima pengalaman belajar. Pengembangan bahan ajar berupa buku guru dan buku siswa dengan materi larutan elektrolit dan non-elektrolit. Mikroskopik merupakan penjelasan tentang susunan dan pergerakan partikel, oleh karena itu materi yang dikembangkan lebih merepresentasikan mikroskopik. Beberapa bahan ajar sudah dikembangkan untuk memenuhi tuntutan Kurikulum 2013. Namun beberapa bahan ajar yang ada belum sepenuhnya mencerminkan pendekatan saintifik (Scientific Approach), khususnya pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit. Tujuan pengembangan ini untuk menghasilkan produk bahan ajar berupa buku siswa dan buku guru dan mengetahui kelayakan bahan ajar materi larutan elektrolit dan non-elektrolit. Materi larutan elektrolit dan non-elektrolit merupakan salah satu materi pokok pembelajaran kimia yang tercantum pada KD 3.8 dan 4.8.

Pengembangan bahan ajar ini dilakukan dengan menerapkan model pengembangan Thiagarajan dkk,yaitu pengembangan 4D. Model 4D terdiri dari4 tahapan, yakni tahap define, design, develop,dan disseminate. Namun, pada pengembangan yang dilakukan oleh peneliti hanya dilakukan sampai pada tahap develop. Validasi pengembangan bahan ajar ini akan diperoleh data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan skor angket yang disusun dalam skala Likert. Sedangkan data kualitatif diperoleh berdasarkan komentar dan saran perbaikan yang diisi oleh validator ahli dan uji keterbacaan kelompok kecil kelas X.

Hasil pengembangan berupa bahan ajar berupa buku siswa dan buku guru. Buku guru dan buku siswa terdiri dari tiga aspek penilaian, yaitu aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian. Bahan ajar yang dikembangkan menunjukkan sangat layak dengan nilai sebesar 88. Hasil uji keterbacaan kelompok kecil diperoleh nilai sebesar 89 yang menunjukkan bahwa bahan ajar valid dan layak digunakan.