SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Fraksinasi dan Distribusi Keterikatan Besi dalam Sedimen Sendang Biru Menggunakan Metode BCR (The Bereau Community of Reference).

atik sakbaniah

Abstrak


ABSTRAK

 

Sedimen memiliki kemampuan mengadsorpsi logam- logam berat, salah satunya adalah besi. Besi dalam sedimen dapat berasal dari aktifitas manusia, seperti pembuangan limbah domestik, limbah industri, reservoir air, korosi pada pipa-pipa air, dan aktifitas alam. Hal ini menyebabkan besi dipermukaan laut dapat terserap ke dalam sedimen. Metode destruksi merupakan metode yang penting untuk melarutkan semua besi dalam sedimen secara presisi dan akurasi. Penelitian kadar besi dalam sedimen telah banyak dilakukan, tetapi fraksinasi dan distribusi keterikatan besi dalam sedimen Sendang Biru menggunakan metode BCR belum pernah dilakukan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: (1) mengetahui efektifitas metode BCR secara presisi dan akurasi untuk menganalisis besi dalam sedimen Sendang Biru, (2) mengetahui fraksinasi keterikatan besi dalam sedimen Sendang Biru, dan (3) mengetahui distribusi keterikatan besi dalam sedimen Sendang Biru.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: (1) penentuan lokasi titik pengambilan sampel sedimen, (2) penyiapan sampel sedimen Sendang Biru, (3) prosedur metode BCR, (4) uji efektifitas metode BCR secara presisi dan akurasi untuk menganalisis besi dalam sedimen Sendang Biru, dan (5) penentuan fraksinasi dan distribusi keterikatan besi dalam sedimen Sendang Biru di 9 titik pengambilan sampel.

Hasil dari penelitian ini adalah: (1) efektifitas metode BCR (The Bereau Community of Reference) mempunyai presisi dengan nilai %RSD sebesar 4,50%, sedangkan akurasinya dengan nilai %Recovery sebesar 64,78%, (2) fraksinasi keterikatan besi dalam sedimen Sendang Biru di 9 lokasi titik pengambilan sampel diperoleh rata-rata persentase konsentrasi pada setiap fraksi secara berturut-turut, yaitu fraksi pertukaran ion dan mudah larut, fraksi tereduksi, fraksi teroksidasi, dan fraksi residual adalah 9,64%; 10,92%; 18,39%; dan 61,04%, dan (3) distribusi kandungan besi dalam sedimen Sendang Biru di 9 lokasi titik pengambilan sampel bervariasi, diperoleh rata-rata konsentrasi besi pada lokasi 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 secara berturut-turut adalah 29.999,67; 7.390,5; 11.371,5; 17.329; 19.919,5; 23.224,75; 24137; 34.940,25; dan 37.925,25 mg/kg.