SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KELINCAHAN MENGGUNAKAN MEDIA LADDER UNTUK ATLET BULUTANGKIS DI PB. BAT MALANG

bima wahyu setiyawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Setiyawan Bima Wahyu. 2016. Pengembangan Model Latihan Kelincahan Menggunakan Media Ladder Untuk Atlet Bulutangkis di PB.BAT Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sri Purnami, S.Pd, M.Pd.  (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: pengembangan, latihan, kelincahan, ladder, bulutangkis.

Bulutangkis adalah olahraga permainan yang melibatkan seluruh bagian anggota tubuh. Kelincahan merupakan salah satu komponen fisik yang sangat penting dalam permainan bulutangkis. Di  PB. BAT Malang sendiri belum ada latihan kelincahan yang bervariasi, sehingga atlet mengalami kejenuhan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di PB. BAT Malang, sebanyak sebanyak 17 atlet (85%) menyatakan perlu latihan kelincahan, sebanyak 18 atlet (90%) menyatakan latihan kelincahan yang bervariasi dapat membantu mengurangi kejenuhan, sebanyak 20 atlet (100%)  menyatakan setuju jika peneliti mengembangkan model latihan kelincahan menggunakan media ladder. Dapat disimpulkan bahwa latihan kelincahan yang diberikan PB.BAT Malang kurang bervariasi sehingga atlet mengalami kejenuhan dalam latihan kelincahan.

Tujuan dari penelitian ini adalah adalah mengembangkan model latihan kelincahan menggunakan media ladder  untuk atlet bulutangkis usia 9-14 tahun di PB.BAT Malang agar latihan kelincahan lebih bervariasi yang nantinya diharapkan dapat mngurangi kejenuhan serta menambah minat dan motivasi atlet dalam melaksanakan latihan  kelincahan.

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan merujuk pada model pengembangan dari Borg dan Gall (1983:775) namun peneliti menyederhanakan model tersebut menjadi 7 langkah sesuai dari Ardhana (2002:9), langkah-langkah tersebut adalah: (1) melakukan Analisis produk yang akan dikembangkan (2) mengembangkan produk awal (3) validasi ahli (4) uji coba kelompok kecil (5) revisi produk (6) uji coba kelompok besar (7) revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Subjek pada penelitian ini berjumlah 20 atlet usia pemula, Instrumen yang digunakan adalah berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif.

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari hasil uji coba kelompok kecil adalah 90,3% hasilnya sangat baik, sedangkan hasil uji coba kelompok besar adalah 87% hasilnya sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model latihan kelincahan menggunakan media ladder dapat digunakan.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model latihan kelincahan menggunakan ladder disusun sedemikin rupa untuk menarik minat dan motivasi atlet dalam melakukan latihan kelincahan serta dapat dijadikan sebagai alternatif variasi latihan kelincahan untuk PB.BAT Malang, model latihan kelincahan menggunakan media ladder dikemas dalam produk buku saku yang berisikan penjelasan, gambar-gambar, serta keterangan sehingga lebih menarik dan memudahkan dalam mempelajarinya.