SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN PUKULAN LOB DAN FOREHAND SMASH UNTUK SISWA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMA NEGERI 1 PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN

wahyu septyan putranto

Abstrak


ABSTRAK

Putranto, Wahyu Septyan. 2017. Pengembangan Model Latihan Pukulan Lob dan Forehand Smash untuk Siswa Ekstrakurikuler Bulutangkis SMA Negeri 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes, (II) Febrita Paulina  H, S.Pd., M.Pd

 

Kata Kunci: bulutangkis, model latihan, lob, forehand smash.

 

Bulutangkis merupakan olahraga permainan yang dapat dilakukan di dalam gedung atau di area terbuka yang dibatasi garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu. Permainan bulutangkis dapat dimainkan dengan teknik pukulan yang bervariasi, mulai dari yang relatif  lambat hingga yang sangat cepat. Teknik dasar pukulan bulutangkis merupakan hal yang wajib dikuasai dalam permainan bulutangis. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan belum sepenuhnya menguasai teknik dasar pukulan bulutangkis. Hal ini diperkuat dengan hasil analisis kebutuhan diketahui dari 38 siswa ekstrakurikuler bahwa: 24 siswa (63,16%) sangat perlu belajar teknik pukulan lob dan 14 siswa (36,84%) menjawab perlu, 20 siswa (52,63%) sangat perlu belajar teknik pukulan smash dan 18 siswa (47,37%) menjawab perlu, jawaban siswa mengenai teknik dasar yang sering digunakan adalah 13 siswa (34,21%) menjawab pukulan lob dan 9 siswa (23,68%) pukulan smash, dan 32 siswa (84,21%) menyatakan bahwa produk ini dikemas berupa media audio visual (VCD).

Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan sebuah produk berupa model latihan bulutangkis untuk siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan. Model latihan  pukulan lob dan forehand smash ini dikemas dalam bentuk video, tujuannya agar memudahkan siswa dalam mengkoordinasi gerakan pada saat memukul shuttlecock.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan yang mengacu pada teori (Research and Development) Borg dan Gall dari yang semula 10 langkah yang dikemukakan oleh Borg dan Gall (1983:775), namun peneliti sederhanakan menjadi 7 langkah karena keterbatasan waktu, tenaga, serta biaya. Pada desain uji coba  mengalami beberapa tahap yaitu tahap evaluasi ahli dengan melibatkan 1 ahli bulutangkis, 1 ahli kepelatihan bulutangkis,1 ahli media dengan uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan instrumen berupa angket.

Hasil evaluasi ahli diperoleh ahli bulutangkis  93,62% (Sangat Valid), ahli kepelatihan bulutangkis adalah 82,1% (Cukup Valid), ahli media adalah 76,42% (Cukup Valid), sehingga siap untuk diujicobakan. Untuk uji coba kelompok kecil sendiri diperoleh persentase sebesar 87,67% (Sangat Valid) dan untuk uji coba kelompok besar diperoleh  persentase sebesar 86,24% (Sangat Valid). 

Dari hasil tersebut diharapkan pengembangan model latihan pukulan lob dan forehand smash ini bisa dipergunakan sebagai variasi dalam latihan teknik dasar bulutangkis, sehingga siswa dapat meningkatkan kualitas permainan bulutangkis.