SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Uji Efektivitas Desorpsi Senyawa Atraktan Volatil dari Permukaan Adsorben Silika-Selulosa-Surfaktan

Mahardika Eko Prawiro

Abstrak


ABSTRAK

 

Prawiro, M. E. 2017. Uji Efektivitas Desorpsi Senyawa Atraktan Volatil dari Permukaan Adsorben Silika-Selulosa-Surfaktani. Skripsi. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. (II) Prof, Ir. Nurindah, Ph.D.

 

Kata Kunci: silika-selulosa-surfaktan, Atraktan, Bioassay, GC-MS, FTIR.

Tanaman padi yang telah terinfeksi wereng batang coklat (WBC) akan mengeluarkan senyawa volatil sebagai atraktan. Senyawa tersebut dapat mempengaruhi orientasi Anagrus nilaparvatae sebagai musuh alami dari WBC. Untuk meniru sistem batang padi mengemisikan atraktan maka dilakukan formulasi atraktan dari bahan sintetis yang dapat terjerap dalam silika-selulosa-surfaktan serta kemudian diemisikan (didesorpsikan). Adsorben tersebut mendesorbsi atraktan yang telah terjerap dan diamati menggunakan metode bioassay, analisis GC-MS, serta analisis FTIR.. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Membuat serta melakukan karakterisasi adsorben silika-selulosa-surfaktan, dan (2) Mengetahui efektivitas adsorben dalam mendesorpsi formula atraktan ketika diuji bioassay dan dianalisis menggunakan GCMS, serta (3) Mengetahui dinamika permukaan silika-selulosa-surfaktan saat mengadsorpsi dan mendesorpsi formula atraktan.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris yang terdiri dari tujuh tahap. Tahap pertama adalah pembuatan silika selulosa surfaktan sebagai adsorben. Tahap kedua yaitu karakterisasi silika-selulosa-surfaktan yang meliputi massa jenis, kadar air, kadar abu, dan daya serap larutan iod. Tahap ketiga adalah pembuatan formula atraktan yang didasarkan hasil analisis GCMS ekstrak tanaman padi terinfeksi. Tahap keempat dilakukan dengan penjerapan atraktan dalam silika-selulosa-surfaktan. Tahap kelima dilakukan uji bioassay pada formula atraktan yang terjerap pada silika-selulosa-surfaktan. Tahap keenam adalah analisis senyawa yang didesorpsikan adsorben menggunakan instrumen GCMS, dan tahap ketujuh melakukan analisis dinamika permukaan adsorben saat menjerap dan melepas atraktan menggunakan analisis FTIR.

Hasil Penelitian yang diperoleh adalah (1) Hasil karakterisasi adsorben adalah massa jenis sebesar 2,43 g/mL, kadar air sebesar 19,6%, kadar abu sebesar 75,2%, dan daya serap larutan Iod sebesar 14,97%. (2) Berdasarkan uji bioassay diketahui respon Anagrus terhadap atraktan yang didesorpsi menunjukkan respon positif dengan beda respon tertinggi pada hari pertama, kedelapan dan hari keduabelas. Hal tersebut sinkron dengan hasil Hasil uji GC-MS yang menunjukkan bahwa senyawa oktanol didesorpsikan pada hari pertama, butil asetat telah didesorpsikan pada hari kedelapan dan hari keduabelas sebagai fraksi. sedangkan senyawa heksatriakontan telah didesorpsikam pada hari keduabelas dan kesembilanbelas sebagai fraksi pada spektrum GC-MS. (3) Dari hasil analisis FTIR terlihat bahwa atraktan telah benar-benar terjerap pada hari pertama dan pada hari ke-12 atraktan telah terdesorpsi namun masih terdapat senyawa yang masih terjerap.