SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Strategi Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills, HOTS) Siswa Kelas X MIPA SMA Negeri 02 Batu pada Materi Reaksi Redoks

Kiki Fitlah Pradani

Abstrak


ABSTRAK

 

Salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah inkuiri terbimbing (Madhuri dkk, 2012). Hasil penelitian Nafis (2015) menyatakan bahwa pembelajaran larutan penyangga dengan model inkuiri terbimbing memberikan hasil belajar dan hasil kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang lebih baik dibandingkan model ekspositori. Sebagaimana larutan penyangga, reaksi redoks merupakan materi pelajaran di kelas X yang bersifat konseptual, kontekstual, dan algoritmik. Oleh karena itu untuk tujuan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dalam proses pembelajaran reaksi redoks dapat digunakan strategi inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji keterlaksanaan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing dan strategi pembelajaran konvensional pada materi reaksi redoks di kelas X MIPA SMA Negeri 02 Batu, 2) mengkaji pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X MIPA SMA Negeri 02 Batu pada materi reaksi redoks.

Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu (Quasi Experimental Designs) dengan posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 02 Batu. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh dua kelas, yaitu kelas X MIPA 2 sebagai kelas eksperimen, dan kelas X MIPA 1 sebagai kelas kontrol. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari: (1) variabel bebas, yaitu strategi pembelajaran inkuiri terbimbing pada kelas eksperimen dan strategi pembelajaran konvensional pada kelas kontrol, (2) variabel terikat, yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, (3) variabel kontrol, yaitu materi reaksi redoks, guru, soal tes kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta alokasi waktu yang sama. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: (1) Silabus (2) RPP (3) LKS (4) Lembar Penilaian Afektif dan (5) Soal Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis statistik. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan nilai afektif siswa. Analisis statistik dengan uji-t satu pihak pada dua sampel tidak berhubungan (Independent Samples) menggunakan bantuan SPSS Statistics 17.0. Uji-t satu pihak digunakan untuk menguji pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X MIPA SMA Negeri 02 Batu pada materi reaksi redoks.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing memiliki rata-rata sebesar 95,47%, dan pembelajaran konvensional memiliki rata-rata sebesar 95,76%, keduanya masuk dalam kategori sangat baik. (2) Strategi pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan hasil yang lebih baik terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X MIPA SMA Negeri 02 Batu pada materi reaksi redoks dibandingkan strategi pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang dibelajarkan dengan strategi inkuiri terbimbing adalah 79,13, lebih baik dibandingkan nilai rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional yaitu 73,03. Rata-rata nilai afektif siswa yang dibelajarkan dengan strategi inkuiri terbimbing adalah 3,5, rata-rata tersebut juga lebih baik dibandingkan rata-rata nilai afektif siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional yaitu 2,9. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan hasil yang lebih baik terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X MIPA SMA Negeri 02 Batu pada materi reaksi redoks dibandingkan strategi pembelajaran konvensional.