SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR LARUTAN PENYANGGA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DAN ILUSTRASI KOMIK UNTUK SISWA SMA/MA KELAS XI

Nurisnani -

Abstrak


ABSTRAK

Nurisnani, 2016. Pengembangan Bahan Ajar Larutan Penyangga Berbasis Inkuiri Terbimbing Dan Ilustrasi Komik untuk Siswa SMA/MA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si.,(2) Drs. M. Sodiq Ibnu, M.Si.

Kata kunci: kimia, bahan ajar, inkuiri terbimbing, larutan penyangga, ilustrasi komik.

Kimia merupakan ilmu yang sulit untuk dipelajari karena sifat materi kimia yang kompleks yang mencakup aspek makroskopik, sub-mikroskopik dan simbolik. Pada penilitian yang dilakukan Sunyono, dkk (2009: 316) mengungkapkan bahwa siswa SMA mengalami kesulitan dalam mempelajari materi kimia disebabkan karena sebagian besar materi kimia bersifat abstrak. Larutan penyangga merupakan salah satu materi kimia di SMA yang tergolong sulit karena membutuhkan banyak pemahaman konsep dan penalaran secara sub-mikroskopis. Siswa harus memiliki kemampuan berfikir secara mikro untuk benar-benar memahami prinsip kerja larutan penyangga sehingga tidak sedikit siswa yang merasa bingung dan kesulitan dalam memahami secara pasti konsep larutan penyangga. Pada penelitian ini, dikembangkan bahan ajar larutan penyangga berdasarkan pendekatan inkuiri terbimbing yang bertujuan untuk membantu siswa membangun dan menemukan konsep larutan penyangga secara mandiri. Selain itu, juga disajikan ilustrasi komik tentang konsep-konsep tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan dan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran. Dengan adanya ilustrasi komik yang dibuat, diharapkan siswa tidak lagi merasa jenuh dan dapat belajar dengan cara yang menyenangkan.

Model Pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan bahan ajar inkuiri terbimbing dengan topik larutan penyangga ini adalah model 4-D Thiagarajan. Model ini terdiri dari 4 tahap, antara lain tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Penelitian pengembangan dilakukan hanya sebatas tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate) tidak dilakukan karena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga. Validasi komik dari segi desain dilakukan oleh 1 orang dosen DKV, sedangkan validasi bahan ajar secara keseluruhan dilakukan oleh 1 orang dosen kimia dan 2 orang guru kimia SMA. Selain uji validasi, bahan ajar juga diuji keterbacaannya terhadap 12 orang siswa SMA kelas XI. Data yang didapatkan dari uji validasi dan keterbacaan terbatas mencangkup data kuantitatif dan kualitatif.

 

Hasil penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar yang terdiri dari buku pedoman guru dan buku siswa. Hasil validasi  bahan ajar dari segi isi memperoleh angka 4,00 (80%),  validasi ilustrasi komik dari segi desain adalah 4,50 (90%), validasi silabus 4,02 (80,37%) sementara RPP 4,00 (80%). Hasil uji keterbacaan terbatas memperoleh angka 4,09 (81,76%) sehingga memenuhi kriteria layak atau valid.