SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

SINTESIS SABUN CAIR DARI MINYAK KELAPA (Cocos nucifera) DENGAN KOH MENGGUNAKAN BANTUAN ULTRASONIK DAN KARAKTERISASI SERTA UJI POTENSINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI

Abdullah Arief Agata Kusuma

Abstrak


ABSTRAK

Abdullah Arief Agata Kusuma. 2016. Sintesis Sabun Cairdari Minyak Kelapa (Cocos nucifera) dengan KOH menggunakan bantuan Ultrasonik dan Karakterisasi serta Uji Potensinya sebagai Anti Bakteri. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Aman Santoso, M.Si., (II) Dr. Sumari, M.Si.

Kata Kunci: minyakkelapa, sabuncair, ultrasonik, antibakteri.

Melimpahnya kelapa di Indonesia berpotensi sebagai bahan baku dalam sintesis sabun cair, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis minyak kelapa. Sabun cair menjadi trending topic saat ini karena penggunaannya yang praktis dan efektif, selain itu juga berpotensi menjadi sabun antibakteri. Penggunaan gelombang ultrasonik dapat mempercepat laju reaksi kimia termasuk reaksi yang terjadi dalam sintesis sabun cair ini, yaitu reaksi saponifikasi. Penelitian ini mempunyai tujuan (1) mensintesis dan karakterisasi sabun cair dari minyak kelapa dengan variasi basa menggunakan bantuan gelombang ultrasonik, serta (2) mengetahui potensi antibakteri sabun cair hasil sintesis.

Penelitian in imerupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia dan Biologi FMIPA UM.Terdapat 4 tahap alur penelitian, yaitu (1) preparasi sampel minyak kelapa dan karakterisasinya, (2) sintesis sabun dari minyak kelapa dan basa KOH melalui reaksi saponifikasi, (3) karakterisasi zat hasil secara fisik dan kimiawi meliputi uji organoleptik, massa jenis, penentuan pH, kadar asam lemak bebas, dan kadar alkali bebas, (4) serta uji potensi antibakteri.

Sabun cair hasil sintesis dari minyak kelapa dan KOH dengan perbandingan 25:7 (g/g) memiliki karakterisasi massa jenis 1,09 g/mL, viskositas 1768,94 cP, pH 9,683, kadar asam lemak bebas 0%, dan kadar alkali bebas sebesar 0,07%yang layak dan memenuhi standar SNI06-4085-1996.Sabun cair hasil sintesis ini juga menunjukkan potensinya sebagai antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 31,5 terhadap bakteri Escherichia coli dan 35,5 terhadap bakteri Staphylococcus aureus.