SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Kesulitan Belajar dan Pemahaman Konsep Siswa dalam Materi Ikatan Kimia Kelas X Semester 1 SMA Negeri 6 Malang.

ifa rusdiana

Abstrak


ABSTRAK

 

Rusdiana, Ifa. 2010. Identifikasi Kesulitan Belajar dan Pemahaman Konsep Siswa dalam Materi Ikatan Kimia Kelas X Semester 1 SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hayuni Retno Widarti, M.Si, (II) Drs. Mahmudi, M.Si.

 

Kata Kunci : Kesulitan belajar, Pemahaman konsep, Ikatan Kimia

 

            Rendahnya prestasi belajar kimia siswa sekolah menengah membuat para ahli pendidikan terus berupaya meningkatkan mutu pengajaran kimia. Hal ini karena banyak orang beranggapan bahwa kimia merupakan pelajaran yang sulit. Salah satunya bahasan dalam ilmu kimia yang dianggap sulit oleh siswa adalah ikatan kimia. Materi ikatan kimia meliputi bahasan Kestabilan Unsur, Struktur Lewis, ikatan ion, ikatan kovalen, Ikatan kovalen koordinasi, Kepolaran senyawa kovalen dan Ikatan Logam. Biasanya, kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari kimia bersumber pada: kesulitan dalam memahami istilah dan kesulitan dalam memahami konsep kimia. Kesulitan siswa dalam memahami istilah dan konsep kimia dapat menimbulkan pemahaman yang salah dan jika pemahaman yang salah ini berlangsung secara konsisten akan menimbulkan terjadinya kesalahan konsep. Siswa yang mengalami kesalahan konsep akan memiliki pemahaman konsep yang berbeda dengan pemahaman yang diterima oleh masyarakat ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase siswa yang mengalami kesulitan dan tingkat pemahaman konsep siswa pada materi Ikatan kimia

Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yang bermaksud untuk membuat gambaran mengenai situasi sebenarnya. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 6 Malang yang terdiri dari 10 kelas dengan kemampuan yang dapat dianggap sama. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas X9 dan X10 dengan jumlah 64 siswa yang diambil secara undian kelas. Instrumen penelitian berupa tes objektif dengan 30 soal. Dari hasil uji coba instrumen indeks kesukaran diperoleh 11 soal mudah, 13 soal sedang dan 6 soal sukar. Daya beda soal diperoleh 5 soal jelek, 12 soal cukup dan 13 soal baik. Reliabilitas tes diperoleh harga sebesar 0,818 dan 25 soal yang valid. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik persentase.

         Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan persentase siswa yang mengalami kesulitan cukup besar pada konsep kestabilan unsur (41,77%), struktur Lewis (43,77%), kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan (56,72%) dan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam (43,78%). Sebagian besar siswa memgalami kesulitan pada konsep ikatan ion (63,66%), ikatan kovalen tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga (68,66%), ikatan kovalen koordinasi (70,90%) dan sifat fisis materi dengan jenis ikatannya (70,90%). Sebagian kecil siswa mengalami kesulitan pada konsep sifat-sifat kepolaran senyawa sebesar 27,62%. Tingkat pemahaman konsep siswa cukup pada konsep kestabilan unsur (58,21%), sifat-sifat kepolaran senyawa (72,65%), dan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam (56,22%). Tingkat pemahaman konsep siswa kurang pada konsep struktur Lewis (53,73%), dan kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan (43,28%) dan tidak baik pada konsep ikatan ion (36,81%), ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga (31,32%), ikatan kovalen koordinasi (29,11%), dan sifat fisis materi dengan jenis ikatannya (29,11%).