SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengembangan bahan ajar hidrokarbon untuk pembelajaran kimia berbasis learning management system (LMS)

Agung Budiono

Abstrak


ABSTRAK

 

Budiono, Agung. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Hidrokarbon untuk Pembelajaran Kimia Berbasis Learning Management System (LMS). Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Munzil, M.Si. (II) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd.

 

Kata kunci: bahan ajar, Learning Management System (LMS), hidrokarbon.

 

Pembelajaran konvensional memiliki beberapa kelemahan, di antaranya sumber belajar terbatas, pembelajaran kurang efektif, dan tidak mampu mengakomodasi gaya dan kecepatan belajar siswa. Kelemahan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin maju dengan mengembangkan media pembelajaran yang dapat mengakomodasi perbedaan gaya dan kecepatan belajar siswa. Oleh karena itu diperlukan sebuah bahan ajar yang mampu memberikan nuansa baru dalam pembelajaran, memberikan beragam sumber belajar yang dapat diakses setiap saat oleh siswa, sehingga mampu mengakomodasi gaya dan kecepatan belajar siswa. Salah satu alternatif yang diajukan adalah dengan mengembangkan bahan ajar untuk pembelajaran kimia hidrokarbon berbasis learning management system (LMS) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi di bidang internet. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar hidrokarbon untuk pembelajaran kimia berbasis learning management system (LMS) serta mengetahui kelayakan bahan ajar yang telah dikembangkan.

Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah Four-D Model yang meliputi tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Untuk mengetahui kelayakan dari media yang telah dikembangkan dilakukan uji validasi dan uji kelompok kecil. Uji validasi yang dilakukan yaitu uji oleh ahli media dan ahli materi. Pelaksanaan uji kelompok kecil melibatkan 10 siswa SMA kelas X. Kriteria kelayakan hasil validasi media dan uji kelompok kecil untuk tiap item pada angket, yaitu 76 – 100% untuk kriteria sangat layak, 56 – 75%untuk kriteria layak, 41 – 55% untuk kriteria kurang layak dan perlu dilakukan revisi, dan