SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Koordinasi dari Nikel(II) Tiosianat dan 8-Hidroksikuinolina

Lupita Fuzi Kahrisma

Abstrak


ABSTRAK

 

Kharisma, Lupita Fuzi. 2014. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Koordinasi dari Nikel(II) Tiosianat dan 8-Hidroksikuinolina. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, Ph.D, (II) Neena Zakia S.Si, M.Si.

 

Kata kunci: sintesis, karakterisasi, senyawa  koordinasi, nikel(II) tiosianat, 8-hidroksikuinolina

                       

Ion tiosianat dapat berlaku sebagai ligan dengan atom donor N atau S atau sebagai ligan jembatan dengan atom donor N dan S. Dalam senyawa trans-[NiL2(NCS)2] (L= N,N’-dipropil-1,2-etanadiamina) dan senyawa [Ni(Ap2biac)2(NCS)2](Ap2biac= 3-aminobiasetilpiridina) ion tiosianat sebagai ligan monodentat, berikatan dengan atom pusat melalui atom N. Pada senyawa [NiLPb(SCN)¬2(DMF)2(H2O)]2(L= salisilidina-1,3-propanadiaminato; DMF = dimetilformamida) ion tiosianat berikatan dengan dua atom pusat yang berbeda sebagai ligan jembatan. Pada senyawa [NiL4(NCS)2] (L= 4-benzoilpridina) ion tiosianat berikatan dengan atom pusat melalui atom N. Senyawa kompleks dari Nikel(II) tiosianat dengan ligan 8-hidoksikuinolina belum pernah dilaporkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis dan mengkarakterisasi senyawa kompleks dari Ni(SCN)2 dengan ligan 8-hidroksikuinolina. Dari senyawa kompleks yang diperoleh dapat diketahui pola koordinasi dari ion tiosianat pada atom pusat.

Sintesis senyawa kompleks dilakukan dengan mereaksikan Ni(SCN)2 dan ligan 8-hidroksikuinolina dengan perbandingan mol 1 : 2 dalam pelarut metanol. Pada senyawa kompleks yang diperoleh dilakukan uji titik lebur untuk mengetahui kebaruan, kemurnian, dan kestabilan termalnya. Uji daya hantar listrik (DHL) dan uji kualitatif ion tiosianat dilakukan untuk mengidentifikasi apakah senyawa kompleks tersebut merupakan senyawa kompleks ionik atau molekuler. Analisis EDX (Energy Dispersive X-Ray) digunakan untuk mengetahui rumus empiris senyawa. Analisis IR digunakan untuk mengetahui gugus fungsi yang terdapat dalam senyawa kompleks. Berdasarkan jenis senyawa kompleks dan rumus empiris yang diperoleh, rumus kimia senyawa dapat ditentukan dan strukturnya dapat diramalkan. Energi bebas beberapa struktur yang mungkin dihitung dengan program Spartan’14 V.1.1.0. Struktur senyawa kompleks yang memenuhi adalah struktur dengan energi bebas terendah.

Senyawa kompleks hasil sintesis berupa kristal-kristal berwarna hijau berbentuk prisma dan terdekomposisi pada suhu di atas 300oC yang menunjukkan bahwa senyawa tersebut merupakan senyawa baru, murni, dan stabil. Data analisis EDX menghasilkan rumus empiris C20H12N4NiO2S2. Pada spektrum IR, senyawa hasil sintesis menunjukkan adanya ikatan O-H, C=N dan C≡N.Vibrasi pada 2062 cm-1 menunjukkan bahwa ion tiosianat berikatan dengan atom pusat melalui atom N. Hilangnya pita absorbsi yang lebar dari ikatan hidrogen antarmolekul pada spektrum IR menunjukkan terbentuknya ikatan antara atom pusat dengan atom oksigen dari ligan 8-hidroksikuinolina. Data hasil DHL dan uji ion tiosianat  menunjukkan bahwa senyawa yang dihasilkan merupakan senyawa kompleks molekuler dengan rumus molekul [Ni(C9H7NO)2(NCS)2]. Senyawa kompleks tersebut memiliki struktur oktahedral dengan dua kemungkinan isomer yaitu cis- dan trans-. Energi bebas isomer cis- adalah -200 kJ/mol sedangkan energi bebas isomer trans- adalah-1413kJ/mol. Berdasarkan harga yang memiliki energi bebas tersebut dapat disimpulkan bahwa struktur senyawa kompleks adalah trans-oktahedral. Isomer  ini memiliki energi bebas yang lebih rendah karena tolakan antar ligan-ligannya lebih lemah dibandingkan tolakan antar ligan-ligan pada isomer cis-.