SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENGEKSPLISITKAN HAKIKAT SAINS (NOS) DAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

Muhammad Solihhuddin

Abstrak


Abstrak

 

Solihhuddin, Muhammad. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifik untuk Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Sri Rahayu, Ph.D, (II) Drs. Prayitno, M.Pd.

 

Kata kunci:bahan ajar, literasi sains, pendekatan saintifik, hakikat sains (NOS), berpikir kritis

 

Pemerintah Indonesia melakukan reformasi di bidang pendidikan dengan menerapkan kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan tersebut diyakini dapat meningkatkan literasi sains siswa di Indonesia yang saat ini masih tergolong sangat rendah.Menurut penilaian OECD melalui PISA, literasi sains siswa Indonesia menduduki peringkat 64 dari 65 negara. Hal ini dimungkinkan karena sebagian besar bahan ajar yang ada termasuk bahan ajar Kimia SMA/MA tidak memuat aspek hakikat sains (NOS) secara eksplisit dan kurang melatih kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar yang memuat hakikat sains (NOS) secara eksplisit dan mampu melatih kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan, serta mengetahui kelayakan prototipe bahan ajar tersebut melalui validasi ahli (2 orang dosen Jurusan Kimia) dan praktisi (1 orang guru mata pelajaran Kimia SMK dan 1 orang guru mata pelajaran Kimia SMA/MA).

Penelitian pengembangan untuk menghasilkan prototipe bahan ajar ini menggunakan model 4D (four D model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan (1974). Model 4D ini terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate).Namun, pengembangan yang dilakukan hanya terbatas pada tahap define, design, serta develop karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya.Data yang diperoleh pada pengembangan ini berupa data kuantitatif berdasarkan skor angket tanggapan dari validator ahli dan praktisi yang disusun dalam skala Likert, serta data kualitatif berdasarkan tanggapan dan saran-saran perbaikan yang diisi oleh validator ahli dan praktisi.

Prototipe bahan ajar yang dihasilkan dari pengembangan ini terdiri dari buku siswa dan buku guru. Buku siswa memuat materi kelarutan dan hasil kali kelarutan,sedangkan buku guru berisi panduan guru, panduan materi, silabus, RPP, dan instrumen penilaian. Hasil validasi bahan ajar menunjukkan bahwa buku siswamemenuhi kriteria sangat layak (80,83%)dan buku guru juga memperoleh kriteria sangat layak (80,83%).Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa prototipe bahan ajar menggunakan pendekatan saintifikuntuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutansangat layak untuk diuji lapangan.